PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, terlibat dalam kegiatan kerja bakti menyapu jalan-jalan di Dili sebagai persiapan menyambut kedatangan Paus Fransiskus.
Dalam foto yang dibagikan AFP, Xanana terlihat mengenakan topi hitam bertali, kemeja biru bermotif, dan celana jins sambil memegang sapu lidi.
Baca Juga: Provinsi Kapuas Raya, Menimbang Janji Politik dan Fakta di Lapangan
Foto tersebut juga beredar di media sosial, di mana salah satu pengguna X menyebutkan bahwa Xanana menyapu jalan selama berjam-jam pada hari Minggu.
Kedatangan Paus Fransiskus yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 September ini merupakan kunjungan bersejarah bagi Timor Leste sejak merdeka.
Baca Juga: Begini Cara Mengelola Royalti Musik, Berkaca dari Kasus Fanny Soegi dan Soegi Bornean
Seperti diketahui pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus, tiba di Timor Leste pada Senin, 9 September 2024 dalam rangka melanjutkan tur apostoliknya.
Ini merupakan kunjungan pertama Paus ke negara tersebut sejak kemerdekaan Timor Leste pada 2002.
Paus Fransiskus mendarat di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Dili, sekitar pukul 14.25 waktu setempat.
Baca Juga: Fanny Soegi Ungkap Masalah Royalti Lagu 'Asmalibrasi' dengan Soegi Bornean
Kedatangannya disambut oleh Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, dan sejumlah uskup.
Paus dijadwalkan berada di Timor Leste hingga 11 September, dengan agenda termasuk pertemuan dengan pejabat pemerintah, misa kudus, dan kunjungan ke anak-anak penyandang disabilitas.
Setelah dari Timor Leste, Paus akan melanjutkan perjalanan ke Singapura. ***
Artikel Terkait
87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat
Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Tak Terinjak-injak Meski Misa dengan Paus Dihadiri 87 Ribu Umat Katolik
Paus Fransiskus Berkeliling dengan Mobil Maung MV3 Karya Prabowo di Misa Akbar GBK
Ribuan Warga Jakarta Antusias Menyaksikan Keberangkatan Paus Fransiskus Menuju Papua Nugini
Paus Fransiskus Mendarat di Papua Nugini, Mulai Perjalanan Apostolik Bersejarah Setelah 30 Tahun Silam
Kardinal Suharyo Ungkap Paus Fransiskus Tersentuh oleh Sambutan Hangat Selama di Indonesia