Paus Fransiskus Sebut Terowongan Istiqlal-Katedral Jadi Simbol Dialog dan Persaudaraan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 5 September 2024 | 12:31 WIB
Paus Fransiskus dalam pertemuan dengan umat berkebutuhan khusus dan lanjut usia di gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Jakarta, Kamis,  September 2024. (Tim Media Panitia Penyambutan Paus Fransiskus 2024)
Paus Fransiskus dalam pertemuan dengan umat berkebutuhan khusus dan lanjut usia di gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Jakarta, Kamis, September 2024. (Tim Media Panitia Penyambutan Paus Fransiskus 2024)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Paus Fransiskus menekankan pentingnya Terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta sebagai sarana perjumpaan, dialog, dan tindakan nyata dalam membangun persaudaraan antarumat beragama.

Hal ini disampaikan Paus dalam pertemuannya dengan para pemuka agama Islam di Masjid Istiqlal pada Kamis, 5 September 2024.

Baca Juga: Bupati Ipuk Resmikan Langgar Art, Destinasi Seni Baru di Banyuwangi

Paus mendorong umat beragama untuk mengembangkan spiritualitas dan menjalankan agama masing-masing dengan penuh rasa saling menghargai.

Menurutnya, dengan sikap tersebut, masyarakat dapat menghindari kekerasan yang timbul dari fundamentalisme dan ekstremisme.

"Kekerasan tersebut tidak pernah dapat dibenarkan," ujar Paus.

Dua Pesan Utama Paus

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus menyampaikan dua pesan utama.

Pertama, ia mengajak untuk melihat segala sesuatu dengan lebih mendalam agar kita bisa menemukan persamaan di balik perbedaan.

"Dengan memahami hati kita, kita akan menyadari bahwa kita semua adalah saudara, peziarah dalam perjalanan menuju Tuhan yang melampaui segala perbedaan kita," katanya.

Baca Juga: Puguh Wiji Pamungkas Resmi Jadi Anggota DPRD Jatim, Luncurkan Platform Aspirasi Online

Pesan kedua Paus menekankan pentingnya menjaga ikatan yang terwujud melalui Terowongan Istiqlal-Katedral.

Ia menyampaikan bahwa perjumpaan antaragama bukan hanya soal mencari titik temu antara doktrin yang berbeda, tetapi tentang memperkuat persahabatan, saling menghargai, dan keterbukaan.

Paus juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen mencari kebenaran bersama, belajar dari tradisi agama lain, dan bekerja sama untuk memajukan martabat manusia, mengentaskan kemiskinan, serta memajukan perdamaian.

"Persatuan sejati lahir dari rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X