Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Pastikan Pemerintah Sudah Terima Pemberitahuan Resmi dari Vatikan Terkait Kunjungan Paus Fransiskus

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 1 April 2024 | 19:28 WIB
Para Perwakilan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) menyerahkan hadiah khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan. (Ist)
Para Perwakilan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) menyerahkan hadiah khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan. (Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Panitia besar sedang disiapkan untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, yang dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3 September 2024.

Baca Juga: Trasfigurasi Tuhan! Paus Fransiskus menulis kata pengantar buku tentang St. Paulus VI, Paus “martir”

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Vatikan mengenai rencana kunjungan tersebut.

Yaqut menegaskan bahwa kedatangan Paus Fransiskus merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia dan telah dinantikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Romo V. Adi Prasojo, Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, menjelaskan bahwa wacana kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta sudah ada sejak tahun 2020, tetapi tertunda karena pandemi Covid-19.

Meskipun rencana kunjungan tersebut sudah disepakati sejak Oktober 2020, namun karena pandemi, kunjungan tersebut ditunda, bukan dibatalkan.

Baca Juga: Paus Fransiskus Prihatin Meningkatnya Konflik dan Perang, Tawarkan Enam Jalan Menuju Perdamaian

Terkait dengan kesiapan Keuskupan Agung Jakarta dalam menyambut kedatangan Paus Fransiskus, Romo Adi menyatakan bahwa pasti akan dibentuk panitia besar tingkat nasional.

Namun, tanggal pasti kedatangan Paus Fransiskus masih menunggu kepastian dari pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat mendahului pemerintah dalam menetapkan tanggal tersebut.

Adapun mengenai agenda kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Romo Adi menjelaskan bahwa hal tersebut akan menjadi agenda kenegaraan.

Meskipun belum ada informasi resmi mengenai agenda tersebut, namun setiap kepala negara yang berkunjung biasanya memiliki acara resmi kenegaraan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X