PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Berita duka menghampiri dunia musik liturgi Indonesia dengan meninggalnya salah satu tokoh musik liturgi, Romo Karl-Edmund Prier, di Rumah Sakit Pantih Rapih Yogyakarta pada usia 86 tahun.
Pesan singkat yang beredar di grup WhatsApp pada Minggu, 21 Januari 2024, menyampaikan kabar ini dengan menyebutkan bahwa Romo Karl-Edmund Prier wafat dengan tenang sekitar pukul 00.40 WIB.
Baca Juga: Jimmy Malawi, Penyanyi yang Temukan Pencerahan dalam Musik Rohani Uskup Agustinus
Lahir pada 18 September 1937, Romo Karl-Edmund Prier merupakan figur terkemuka dalam dunia musik liturgi Katolik Indonesia.
Namanya mencuat pada tahun 2018 ketika menjadi korban serangan brutal di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta, saat memimpin misa.
Prier, selain sebagai liturgis, juga aktif melayani umat melalui musik dengan peran ganda sebagai guru dan dosen musik, pengarang lagu gereja, serta aransemen lagu.
Karya-karyanya, seperti rangkaian lagu Misa Raya II dan Hendaklah Langit Bersuka Cita, sangat populer di gereja-gereja.
Baca Juga: Uskup Emeritus Keuskupan Atambua, Mgr Anton Pain Ratu SVD Meninggal Dunia pada Usia 95 Tahun
Dalam wawancara dengan majalah Hidup, diketahui bahwa Romo Prier sudah akrab dengan musik sejak usia belia di Jerman.
Cinta pada musik membawanya untuk belajar organ dan piano, hingga akhirnya memutuskan untuk mengabdi sebagai imam dalam Serikat Yesuit dan diutus sebagai misionaris ke Indonesia pada tahun 1964.
Di Indonesia, Romo Prier jatuh cinta pada kekayaan lagu-lagu tradisional Indonesia, yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan lagu-lagu inkulturasi yang memadukan unsur budaya lokal dalam musik liturgi.
Dengan usahanya, Pusat Musik Liturgi Yogyakarta berdiri pada tahun 1971, tempat umat Katolik bisa mengembangkan pendidikan musik di bawah bimbingan Romo Prier.
Upayanya untuk memajukan musik liturgi di Indonesia mencapai puncaknya melalui kolaborasi dengan Paul Widyawan, tokoh musik Indonesia.
Bersama-sama, mereka membentuk Paduan Suara Vocalista Sonora di Yogyakarta, yang menjadi prestasi luar biasa dalam pengembangan musik liturgi di tanah air.
Artikel Terkait
2 November Gereja Katolik Peringati Hari Arwah Seduni, Begini Sejarahnya yang Umat Katolik Harus Tahu
Cade Engkakal Nyalakan 1.000 Lilin Di Pemakaman Katolik Sanggau
15 November: Pesta Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja, Orang Kudus Katolik Roma dari Ordo Dominikan
Ganjar-Mahfud Mengunjungi KWI dan Membahas Visi Misi di Depan Uskup dan Para Romo Katolik
Gotong Royong dan Iman, Perjalanan Masyarakat Trans SP. II dalam Membangun Gereja Katolik
Dubes RI untuk Vatikan Tegaskan Gereja Katolik Tidak Akan Mengakui Perkawinan Sejenis
20 Misionaris Katolik Terbunuh Sepanjang Tahun 2023
Momentum Kebahagiaan dan Kreativitas, Perayaan Misa Natal dan Pembukaan Tahun Ajaran Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop