Dia juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan kecelakaan dan kebijakan keselamatan, terutama untuk kaum perempuan dan pemuda, saat ia menyesali tragedi yang terus terjadi di tempat kerja, meskipun teknologi tersedia untuk mempromosikan keselamatan.
"Terkadang terdengar seperti buletin perang," katanya.
Tragedi, katanya, "dimulai ketika tujuan bukan lagi manusia, melainkan produktivitas, dan manusia menjadi mesin produksi."
Dengan ini dalam pikirannya, ia menyebut keterlibatan mereka dalam mendidik dan melatih pekerja, pengusaha, dan masyarakat, "penting."
"Keselamatan di tempat kerja," catatnya, "adalah seperti udara yang kita hirup: kita menyadari pentingnya itu hanya ketika sudah tragis hilang, dan selalu terlambat!"
Tidak boleh terbiasa dengan kecelakaan kerja
Paus mengatakan, "Kita tidak boleh terbiasa dengan kecelakaan kerja, atau meresahkan diri terhadapnya."
"Kita tidak bisa menerima pemborosan kehidupan manusia," katanya, menyerukan, "Kematian dan cedera adalah kemiskinan sosial yang tragis yang memengaruhi semua orang, bukan hanya perusahaan atau keluarga yang terlibat."
Paus Fransiskus mengulangi pentingnya undang-undang yang baik dan diberlakukan, tetapi juga perlunya hidup bersama dengan benar sebagai saudara dan saudari di tempat kerja.
"Seseorang tidak boleh, atas nama keuntungan yang lebih besar," tegur Paus.
Artikel Terkait
Grand Launching Unika Santo Agustinus Hippo (USA), Romo Robini Puji Dukungan Masyarakat dan Pemda Landak
Uskup Agustinus: Tahun 2023 Dubes Vatikan akan Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus USA Ngabang
Mengukir Masa Depan Kesehatan Bersama: Kerjasama Antar Negara di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Bersinar dengan Seminar dan Kunjungan Jepang
Antarnegara: Junko Seriguci Jepang dan Tim Unika St. Agustinus Hippo ke Stasiun Meteorologi Supadio