Mengapresiasi Budaya Osing, Pertemuan Tahunan Imam Katolik se Jawa Tahun 2023 Digelar di Banyuwangi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 13 September 2023 | 17:31 WIB
Suasana misa di Bayuwangi (Dok. Pontianak Globe)
Suasana misa di Bayuwangi (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANYUWANGIT -- Tak kurang dari 90 orang Imam (Pastor) Katolik dari 7 wilayah Keuskupan se Pulau Jawa menggelar pertemuan tahunan, atau ‘Temu Unio” tahun 2023 di Kota Banyuwangi, Jatim.

Pertemuan para Imam Katolik tersebut digelar selama 3 hari, yakni 12-15 September 2023, dibuka secara resmi oleh Uskup Keusupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan,O.Carm, pada Selasa, 12 September 2023 (malam) di hall Hotel Ketapang Indah Resort.

Baca Juga: Keajaiban Luar Biasa Gereja Katolik Maui di Hawaii Tak Terbakar Padahal Bangunan di Sekelilingnya Sudah Ludes

Dipilihnya Bayuwangi, yang secara kewilayahan termasuk dalam wilayah Keuskupan Malang, adalah karena di Banyuwangi terdapat suku Osing, yang memiliki banyak keunikan diantara berbagai suku yang ada di sepanjang pulau Jawa.

Suku Osing adalah satu-satunya suku di Pulau Jawa yang hingga kini masih mempertahankan bahasa Osing yakni turunan dari Bahasa Jawa Kuno yang hingga kini digunakan masyarakat setempat dalam keseharian mereka.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Ingatkan Pelayanan Kasih dan Semangat Cinta Tanah Air bagi Anggota TNI/Polri Beragama Katolik

Selain bahasa adat yang berbeda dari daerah lain, suku Osing memiliki lagu adat Tutupe Wirang yang terkenal.

Salah satu kalimat terakhir dari lagu Tutupe Wirang yang dikenal luas di kalangan masyarakat Banyuwangi tersebut adalah "Riko hang dadi tutupe wirang" atau Engkau yang jadi tutupnya malu.

Baca Juga: Run4U 2023: Charity Run Usahawan dan Profesional Katolik untuk Membantu Pengungsi di Jakarta

Dalam bait yang termuat kalimat "Riko hang dadi tutupe wirang" tersebut menggambarkan bahwa melupakan masa lalu merukapan hal yang sulit, meskipun harus dilakukan.

Subjek lagu juga digambarkan memiliki rasa keihklasan untuk melepaskan masa lalunya. Cintanya dengan kekasih barunya memang tak sama, karena cinta memiliki ceritanya sendiri.

Baca Juga: Pater Noster, Doa Bapa Kami Bahasa Latin dan Bahasa Indonesia: Doa Katolik

Uskup Keusupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan,O.Carm dalam sambutannya saat membuka temu unio Imam Katolik Regio Jawa tersebut menjelaskan, dengan mengangkat tema ‘Nebar Kasih, Nggayuh Idaman’ diharapkan para Imam Katolik dari 7 wilayah Keuskupan seluruh Jawa, dapat meningkatkan persaudaraan, spiritualitas dan pastoral.

‘Tema ini digagas dengan inspirasi dari seruan Paus Fransiskus tentan solidaritas. Maka para Imam diosesan yang hadir dalam pertemuan ini disiapkan untuk mengalami perjumpaan dengan masyarakat dan budaya Osing, dalam suasana persaudaraan,’ ujarnya.

Pembukaan acara Temu Unio Regio Jawa tersebut diawali dengan misa kudus yang langsung dipimpin Uskup Keusupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan,O.Carm, dengan iringan paduan suara Gema Gita Choir (GGC) dari umat paroki Maria Ratu Damai, Banyuwangi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X