Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat respons dari warganet yang ikut membagikan pengalaman serupa terkait WO Marwah.
Sementara itu, akun Threads @camllaily mengaku mantan karyawan disebut kerap mendapat tekanan dan ancaman UU ITE ketika mencoba membicarakan persoalan gaji di media sosial.
“Eks karyawan benar-benar diteken banget terkait UU ITE dan benar-benar dihajar mentalnya perkara kita minta hak yang belum dibayarkan selama kurang lebih empat bulan,” tulis akun tersebut.
Ia juga menyebut para pegawai takut bersuara karena khawatir gaji mereka tidak dibayarkan.
“Enggak bisa langsung spill karena dari internal aja diancam UU ITE dan gaji nggak akan dikeluarin,” sambungnya.
Pengakuan serupa juga muncul dari akun Threads @rusitafry yang membagikan tangkapan layar percakapan dengan seseorang yang mengaku sebagai mantan karyawan WO Marwah.
“Saya mau nagih gaji juga bingung harus gimana, hampir semua karyawan belum digaji,” demikian isi pesan tersebut.
Sementara akun @almaidaazraa mengaku adiknya yang pernah bekerja di WO Marwah juga mengalami keterlambatan gaji hingga satu minggu.
“Bahkan klien juga banyak yang komplain tentang deposit dan kompensasi yang enggak balik-balik. Banyak yang enggak digaji, sopir-sopirnya juga enggak digaji, kalau komplain ke Marwah selalu bawa UU ITE,” tulisnya.
Hingga kini, sejumlah korban dilaporkan telah mendatangi gudang serta rumah owner WO Marwah yang disebut sudah kosong. Para korban juga berupaya menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak berwajib. ***