pontianak-insights

Atap Daur Ulang Diklaim Tahan 10 Tahun, Fakta atau Klaim Berlebihan?

Senin, 18 Mei 2026 | 21:48 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau langsung lokasi bedah rumah yang dilakukan Pemkot Yogyakarta. (Dok. Pemkot Yogyakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menjalankan program bedah rumah untuk warga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian yang layak. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (17/5/2026) di dua titik, yaitu Pandeyan, Umbulharjo, dan Ngampilan.

Di Pandeyan, rumah milik Dwi Wulandari menjadi sasaran renovasi dengan dukungan Perseroda BPR Bank Jogja, sementara di Ngampilan rumah Emiliana Budi Winarti direnovasi melalui bantuan BAZNAS Kota Yogyakarta. Program ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat.

Baca Juga: IFG Goes to School 2026 Hadir di Tebuireng, Bahas Finansial Syariah

Hasto menegaskan bahwa program bedah rumah bukan hanya soal perbaikan fisik bangunan, tetapi juga untuk menghadirkan hunian yang sehat dan aman bagi masyarakat.

“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.

Renovasi kali ini juga mengusung inovasi ramah lingkungan dengan penggunaan atap berbahan daur ulang dari limbah plastik seperti botol, kemasan minuman, hingga sachet. Meski berasal dari sampah, kualitas material tersebut disebut sudah teruji dan aman digunakan.

“Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus. Bahkan ada garansi sampai 10 tahun,” tegas Hasto.

Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, juga menambahkan bahwa produk tersebut telah melalui pengujian ketat.

“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Curi Motor Sebelum Nikah, Pengantin Pria di Garut Diciduk Polisi

Selain mengurangi sampah plastik, atap ini juga diklaim mampu meredam panas dan suara hujan, sehingga lebih nyaman digunakan. Dari sisi ekonomi, sampah yang diolah juga dibeli dari warga, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa sampah kalau dipilah dengan baik bisa membawa berkah bagi masyarakat. Maka saya minta masyarakat terus membiasakan memilah sampah dari rumah tangga,” tukas Hasto.***

Tags

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB