pontianak-insights

Pemotor Diduga Tak Kurangi Kecepatan, KA Sangkuriang Hantam Motor di JPL Jember

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:54 WIB
Menyoroti insiden viral terkait kecelakaan pemotor yang tertemper KA Sangkuriang di Perlintasan Jember, Jawa Timur. (Dok. Instagram.com/@railfanssindo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JEMBER -- Insiden kecelakaan terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Bedadung, Pakuhaji, Jember, Jawa Timur, saat KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung menabrak sepeda motor yang diduga kurang waspada ketika melintas di perlintasan sebidang tanpa penjaga.

Video kejadian tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @railfanssindo pada Kamis (14/5/2026). Dalam unggahan itu disebutkan pengendara motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mengurangi laju kendaraan sesaat sebelum kereta melintas.

Baca Juga: Bertemu Wapres Gibran di Istana, Peserta LCC MPR Josepha Alexandra Dapat Motivasi hingga Trik Public Speaking

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan insiden terjadi di JPL 168 km petak jalan Kotok-Arjasa pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Cahyo, sepeda motor melaju dari arah selatan menuju perlintasan. Pengendara diduga tidak mengurangi kecepatan maupun berhenti sejenak sebelum melintas.

"Masinis KA Sangkuriang sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali," kata Cahyo dalam keterangannya di Jember, Kamis, 14 Mei 2026.

"Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, maka kejadian temperan tidak dapat dihindarkan," lanjutnya.

Akibat insiden tersebut, KA Sangkuriang sempat berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan sarana. Setelah dipastikan aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 17.04 WIB.

"Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat," ujar Cahyo.

Baca Juga: Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak yang Tolak Final Ulang LCC MPR Ternyata Pernah Teliti ‘Perilaku Sosial Anak’

Ia juga menegaskan bahwa kereta api memiliki jarak pengereman panjang sehingga tidak dapat berhenti mendadak. Karena itu, disiplin pengguna jalan menjadi faktor utama untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.

"Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang," jelasnya.

"Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru," tandasnya.***

Tags

Terkini