pontianak-insights

TASPEN Gerak Cepat! Santunan Rp283 Juta Langsung Cair ke Keluarga Korban KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 | 23:35 WIB
Penyerahan santunan dari TASPEN oleh Wagub DKI Jakarta Rano Karno kepada ahli waris Almarhumah Nurlaela, Heris Rusman di Balai Kota DKI, Selasa (28/4/2026). (Dok. TASPEN)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT TASPEN (Persero) bergerak cepat menyalurkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT) dengan total Rp283.227.000 kepada ahli waris almarhumah Nurlaela, guru SD Negeri Pulo Gebang 11 Petang yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada 27 April 2026. Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian finansial di tengah duka keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Haru di Balik Tragedi KRL, Busui Ramai Tawarkan Donor ASIP Kepada Bayi Korban

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kepada Heris Rusman sebagai ahli waris, disaksikan oleh jajaran direksi PT TASPEN (Persero) di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (28/4/2026). 

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhumah yang telah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik.

Ia menegaskan bahwa seluruh hak korban disalurkan secara cepat dan transparan agar dapat membantu keberlangsungan hidup keluarga.

“Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nurlaela. Dedikasi beliau sebagai tenaga pendidik adalah jasa yang besar bagi bangsa. Melalui proses yang cepat dan transparan, kami pastikan seluruh hak almarhumah tersampaikan kepada keluarga untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup dan pendidikan putra-putri beliau.”

Total santunan tersebut terdiri dari manfaat JKK sebesar Rp227.076.400 yang mencakup santunan kematian, uang duka, biaya pemakaman, serta beasiswa pendidikan anak. Sementara itu, manfaat THT yang diberikan mencapai Rp56.150.600.

Selain bantuan finansial langsung, TASPEN juga memberikan dukungan jangka panjang berupa beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris senilai Rp45.000.000. Program ini diharapkan dapat memastikan masa depan anak korban tetap terjamin meskipun menghadapi risiko kehilangan orang tua.

Proses pencairan yang cepat tidak lepas dari sinergi dengan Badan Kepegawaian Negara dalam mempercepat validasi data dan administrasi peserta. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen antarinstansi dalam memberikan pelayanan yang responsif.

Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengapresiasi langkah cepat TASPEN.

“Mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Almarhumah Nurlaela yang menjadi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Peristiwa ini meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan tapi bagi kita semua. Terima kasih kepada TASPEN yang telah menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Tabungan Hari Tua sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kepada keluarga korban. Kami tau hal ini tidak dapat menggantikan rasa duka bagi keluarga, namun setidaknya bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan di tengah duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas sekaligus perlunya meningkatkan kewaspadaan bagi para pekerja”.

Baca Juga: Eksploitasi Anak di Ruang Publik, Kasus CFD Malang Picu Kemarahan

Sebagai pengelola jaminan sosial ASN, TASPEN terus bertransformasi menghadirkan layanan yang lebih proaktif dan efisien.

Penyaluran santunan ini juga menjadi bagian dari komitmen mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi aparatur negara.

“Negara hadir melalui TASPEN untuk memastikan ASN dan keluarganya tidak merasa sendirian saat menghadapi risiko kerja. Kecepatan layanan adalah prioritas utama kami,” tutup Henra.***

Tags

Terkini