“Sekali lagi saya mohon maaf kepada netizen pada warga Jawa Barat pada anak-anak yang tadinya tanggal 31 Maret saya sudah PO susu, sudah merancang menu tapi kandas,” tuturnya.
Ia menegaskan selama ini dapur yang dikelolanya berupaya menjaga kualitas makanan dan belum menerima komplain besar.
Baca Juga: Sempat Bikin Resah, Rencana Sekolah Daring April 2026 Akhirnya Dibatalkan
“Dari pertama saya running ikut program pemerintah, tidak pernah ada komplainan besar. Menu kami dijaga, kualitas dijaga dengan dapur bagus tapi kenapa ini sampai setop?” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto serta pihak BGN atas kegaduhan yang terjadi.***