PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Viral di media sosial seorang pria yang memamerkan pendapatannya dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan berjoget di dalam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai sorotan publik.
Video yang dibagikan ulang akun Instagram @wowbekasi pada Rabu (25/3/2026) itu memperlihatkan pria tersebut berjoget di dalam ruangan berlogo Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Viral Bocah Bernama Kai Foto di Lokomotif, Aksi Masinis Ini Bikin Netizen Terharu
Aksi itu semakin disorot karena dilakukan di area dapur tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD), sementara petugas lain terlihat menggunakan APD lengkap saat memorsikan makanan.
Belakangan, pihak BGN mengungkap bahwa pria tersebut diketahui memiliki tujuh titik SPPG. Namun, baru satu dapur yang beroperasi, sementara enam lainnya masih dalam tahap pengawasan.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, 7 titik," ujar Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangannya.
"Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," lanjutnya.
Nanik menegaskan bahwa program MBG bukanlah proyek bisnis semata, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tegasnya.
Akibat pelanggaran yang dilakukan, satu SPPG milik pria tersebut kini telah dibekukan sementara oleh BGN. Keputusan itu diambil karena ditemukan ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis, khususnya terkait tata letak dapur.
"Yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," ungkap Nanik.
"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelasnya.
Baca Juga: Haru! Polisi di Bantul Beri Kue Lebaran ke Tahanan yang Tak Pernah Dijenguk
Ia juga menyayangkan aksi pria tersebut yang membuat konten di dapur tanpa mematuhi standar keamanan dan kebersihan yang telah ditetapkan.
"Saya juga nggak suka juga, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah," ujarnya.