PONTIANAKGLOBE.COM, SIDOARJO -- Insiden perahu tenggelam saat membawa perangkat sound horeg di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi perhatian publik di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.
Melalui unggahan Instagram @undercover.id pada Senin, 9 Februari 2026, disebutkan bahwa dua perahu digunakan untuk mengangkut perangkat sound system berdaya besar sekaligus membawa lebih dari sepuluh orang.
"Namun, salah satu perahu tidak mampu menahan beban sekitar satu ton dan akhirnya tenggelam," demikian tertulis dalam postingan itu.
Baca Juga: Tangkap Burung Cendet di Baluran, Kakek 75 Tahun Divonis Penjara
Kejadian berlangsung di bantaran Sungai Balongdowo dan tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, perangkat sound system, lighting, dan genset yang diperkirakan berbobot sekitar satu ton ikut tercebur bersama para penumpang ke sungai. Seluruh penumpang dan peralatan kemudian berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet.
Tradisi Nyadran sendiri merupakan kegiatan tahunan masyarakat Balongdowo menjelang bulan Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, warga menyusuri sungai menggunakan perahu sambil membawa sound horeg dan merayakannya dengan musik dan tarian.
Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB ketika warga menggabungkan perangkat sound horeg berukuran besar di atas dua perahu.
Peralatan yang dibawa meliputi speaker, sound system, hingga genset. Salah satu perahu kemudian tidak mampu menahan beban serta getaran dari peralatan tersebut hingga akhirnya oleng.
"Ternyata salah satunya (perahu) tidak kuat, kena getaran akhirnya miring," kata Imam dalam pernyataannya di Sidoarjo, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Baca Juga: Desa Sekumur Belum Pulih, Rumah Hancur dan Ladang Rusak
Akibatnya, perahu bersama perangkat sound horeg dan warga yang berada di atasnya ikut tenggelam. Proses evakuasi segera dilakukan sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan.
"Begitu miring, alat-alatnya lighting genset, sound, sempat dievakuasi," terang Imam.
"Tidak ada apa-apa, karena tidak kuat menahan beban," tandasnya.***