pontianak-insights

Ramadan Kian Dekat, Lumpur Banjir Aceh Masih Belum Tuntas

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:02 WIB
Upaya warga Aceh bersihkan lumpur yang masih banyak menutupi area pemukiman. (Dok. Instagram/bayugawtama)

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya telah menegaskan target pembersihan lumpur harus rampung sebelum memasuki Ramadan 1447 Hijriah.

Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan berupa 456 unit gerobak sorong dan mi instan di Aceh Tamiang pada 11 Januari 2026.

Selain itu, Tito juga mendorong percepatan pembersihan sungai dengan menambah personel gabungan dari TNI dan Polri.

Dalam rapat yang digelar di Banda Aceh pada 10 Januari 2026, ia menyebut perlunya dukungan tambahan personel.

“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri,” ucap Tito.

Ia mengungkapkan telah meminta tambahan sekitar 5.000 personel Polri dan 10.000 personel TNI untuk membantu proses pembersihan lumpur.

Selain aparat keamanan, siswa dari Sekolah Ikatan Dinas juga dilibatkan guna mempercepat penanganan di lapangan.

Penambahan personel tersebut turut mempertimbangkan kondisi fisik petugas apabila pembersihan harus dilakukan saat bulan puasa.

Baca Juga: Rumah Hancur Diterjang Banjir, Warga Aceh Tengah Mengungsi di Kuburan Tionghoa

Tito juga menekankan bahwa pembersihan tidak hanya difokuskan pada permukiman warga, tetapi juga pada aliran sungai yang dipenuhi endapan lumpur pascabanjir.

Berdasarkan jadwal Muhammadiyah, umat Islam diperkirakan akan memasuki bulan Ramadan pada 18 Februari 2026.

Dengan waktu yang tersisa, pemerintah berharap proses pembersihan lumpur di Aceh dapat dimaksimalkan agar warga bisa menyambut Ramadan dengan kondisi yang lebih layak.***

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB