PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025 hingga kini masih terus berlangsung. Di Provinsi Aceh, empat kabupaten yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Gayo Lues bahkan masih berstatus tanggap darurat hingga 22 Januari 2026.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut menunjukkan bahwa penanganan bagi warga terdampak belum sepenuhnya tuntas.
Baca Juga: Dusun di Aceh Utara Hilang, Permukiman Berubah Jadi Sungai
Salah satu persoalan besar yang masih dihadapi adalah sisa lumpur pascabanjir dan longsor yang mengendap di permukiman warga, sementara bulan Ramadan kian mendekat.
Kondisi terkini Aceh dibagikan oleh relawan bencana, Bayu Gawtama, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam video yang diunggah pada Minggu (18/1/2026), terlihat lumpur masih memenuhi rumah-rumah warga meski bencana telah berlalu hampir dua bulan.
“Update 18 Januari 2026, sebulan sebelum puasa, lumpur masih penuhi rumah warga,” tulis Bayu dalam keterangan unggahannya.
Video tersebut memperlihatkan alat berat berupa eskavator yang dikerahkan untuk mengeruk lumpur di area permukiman, mulai dari jalan hingga halaman rumah. Warga tampak bergotong royong memindahkan lumpur yang lembek dan licin ke dalam bak truk.
Dalam unggahan lainnya, Bayu juga menuliskan bahwa banyak warga belum dapat kembali menempati rumah mereka karena kondisi bangunan yang masih dipenuhi lumpur.
“Banyak rumah warga yang masih dipenuhi lumpur, sehingga mereka belum bisa masuk ke rumah,” tulisnya.
Sementara itu, sebuah unggahan dari akun Instagram @syahrur_sr647 menunjukkan perkembangan pembersihan lumpur di salah satu rumah warga.
Dalam keterangan videonya yang diunggah pada Minggu, 18 Januari 2026, disebutkan bahwa kondisi rumah yang sebelumnya tertimbun lumpur kini mulai kembali terlihat.
“Kondisi rumah yang tertanam lumpur kemarin tanggal 6 Januari 2026, sekarang sudah bersih digali oleh berat. Sepuluh hari yang lalu bahkan rumahnya tidak nampak seperti sekarang,” tulisnya.
“Alhamdulillah sekarang sudah nampak rumah seperti semula, semoga puasa ini warga bisa beribadah dengan tenang dan lancar Ya Allah,” lanjutnya.
Pembersihan tersebut dilakukan menggunakan alat berat karena ketinggian lumpur yang cukup ekstrem.
“Sudah dibersihkan oleh alat berat. Tinggi lumpurnya melewati tiang, Alhamdulillah. Samping masih tinggi,” sambungnya.
Artikel Terkait
Krisis Air Minum Masih Terus Menghantui Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Fahri Ibrochim: Di Aceh Tamiang, Solidaritas Mengalahkan Derita
Aksi Spontan Brimob Aceh Tamiang Usai Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir, Musik Jadi Pelepas Lelah
King Abdi Ungkap Kondisi Aceh Tamiang: Belum Baik-baik Saja
Sebulan Pascabanjir, Desa di Aceh Tamiang Masih Tertimbun Kayu
Kesaksian Bocah Aceh Tamiang, Air Banjir Naik Hingga Seatap Rumah