pontianak-insights

Lebih 40 Hari Pascabanjir, Nakes di Aceh Tengah Seberangi Sungai Deras Demi Layani Warga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:06 WIB
Perjuangan warga dan relawan di Kecamatan Linge saat harus menyeberangi Sungai Kala Ilie dengan penyeberangan seadanya. (Dok. Instagram/lingkaran_gayo)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Lebih dari 40 hari pascabencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, sejumlah daerah terdampak masih mengalami keterbatasan akses terhadap bantuan. Di Kabupaten Aceh Tengah, beberapa desa di Kecamatan Linge hingga kini masih terisolasi akibat putusnya akses jalan utama.

Untuk mencapai desa-desa seperti Jamat dan Reje Payung, warga serta relawan terpaksa menyeberangi Sungai Kala Ilie menggunakan tali sling sederhana. Belum adanya jembatan penghubung yang layak membuat aktivitas mobilitas warga berlangsung penuh risiko.

Baca Juga: Demi Sekolah, Anak-Anak Aceh Tengah Lewati Jembatan Tinggal Besi

Kondisi tersebut turut dirasakan para tenaga kesehatan yang tetap berupaya menjangkau warga di wilayah terisolir. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan perjuangan para nakes yang harus menyeberangi sungai dengan berjalan kaki, menggunakan tali sling, hingga jembatan darurat dari tali.

Dalam unggahan akun Instagram @lingkaran_gayo pada Selasa (13/1/2026), tampak sekelompok nakes bergandengan tangan bersama warga saat melintasi sungai dengan arus deras. Ketinggian air dalam video tersebut hampir mencapai pinggang orang dewasa, menambah risiko keselamatan di tengah derasnya arus.

Selain berjalan kaki di sungai, alternatif lain yang digunakan untuk menyeberang adalah tali sling yang ditarik secara manual oleh warga di kedua sisi sungai.

Dalam unggahan lain yang dibagikan melalui akun TikTok @ikas.mida, jembatan tali darurat juga masih menjadi satu-satunya jalur penghubung antarwilayah.

Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025, tercatat masih ada lima desa di Kecamatan Linge yang terisolasi.

Baca Juga: Virdian Aurellio: Bencana Bukan Sekadar Musibah, Ada Ulah Manusia

Sekitar 2.000 jiwa di Desa Linge, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, dan Kute Reje belum dapat beraktivitas secara normal akibat putus totalnya dua akses utama, yakni Jembatan Kala Ilie dan Jembatan Reje Payung.

Terputusnya akses darat membuat distribusi bantuan logistik ke wilayah tersebut harus dilakukan secara estafet, melalui jalur darurat, bahkan menggunakan bantuan udara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri telah memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026 guna memastikan penanganan di wilayah terdampak tetap berjalan.***

Tags

Terkini