pontianak-insights

Kemenlu Ungkap Beban Kerja Membengkak: Butuh Penguatan di China

Rabu, 26 November 2025 | 20:06 WIB
Ketua KIKT Garibaldi Boy Thohir optimis hubungan dagang antara Indonesia dan China semakin kuat setelah dr Irene jadi Wakil Dubes RI di Beijing. (Dok. YouTube/Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi 'Boy' Thohir, meyakini penunjukan dr Irene sebagai Wakil Duta Besar RI untuk China akan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–China, terutama di sektor investasi dan perdagangan. Ia menilai penempatan Irene di Beijing sangat strategis mengingat China merupakan mitra dagang utama sekaligus salah satu investor terbesar di Indonesia.

“Dilantiknya dr Irene akan menjadikan hubungan ekonomi Indonesia dan China semakin erat, terutama dalam sektor investasi dan perdagangan,” kata Boy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, (24/11/2025). 

Baca Juga: Barcode Ganda di SPBU: Celah Penipuan BBM yang Dibiarkan

Boy menambahkan bahwa dunia usaha siap mendukung pemerintah dalam perluasan kerja sama dengan China.

Dukungan itu mencakup penguatan kolaborasi di berbagai sektor mulai dari pengembangan SDM, kemitraan perdagangan, hingga program sosial ekonomi lintas negara.

“Kami menyambut baik keputusan Presiden ini dan siap mendukung program pemerintah termasuk meningkatkan kemitraan dengan China,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan positif juga datang dari China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI). Ketua CCCI, Sun Shangbin, menyebut kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara telah memiliki fondasi kuat melalui investasi dua arah dan kolaborasi industri.

Ia menyatakan pengalaman Irene diyakini dapat memperkuat pertumbuhan kerja sama tersebut.

“Kami yakin, dengan pengalaman dan dedikasi dr Irene, kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara akan semakin berkembang. CCCI juga akan terus berperan sebagai fasilitator dan penghubung strategis, serta bekerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral China dan Indonesia,” ujar Sun.

Dari sisi pemerintah, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan penambahan posisi Wakil Dubes. Ia mengatakan China memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah WNI yang besar, sehingga KBRI Beijing memerlukan penguatan organisasi.

Selain itu, rencana pembukaan Konsulat Jenderal baru di China menambah kebutuhan struktur kerja tambahan.

“Banyak juga beban-beban pekerjaan yang kami kira perlu mendapatkan jabatan tambahan penguatan,” kata Sugiono.

Baca Juga: Permintaan Rokok Tak Turun: Kebiasaan atau Kegagalan Regulasi?

Dengan mandat tersebut, dr Irene diperkirakan akan memainkan peran penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di China.

Kehadirannya diharapkan mempercepat koordinasi perlindungan WNI, memperluas jejaring diplomatik, serta meningkatkan kolaborasi perdagangan dan investasi.

Halaman:

Tags

Terkini