Peduli Petugas Karhutla, Pemuda Dayak Pontianak Galang Bantuan Swadaya

photo author
Wilhelmus Triputra, Pontianak Globe
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:25 WIB
 Pemuda Dayak Kota Pontianak (PDKP) turun langsung ke titik api di kawasan Parit Sebanyak, Kubu Raya, Senin (24/8/2026), membawa minuman untuk petugas pemadam dari BPBD Provinsi, Polda Kalbar dan damkar swasta. PDKP mengajak Selayar Kopitiam untuk mensupport es kopi susu dan lain - lain.  (Wilhelmus Triputra )
Pemuda Dayak Kota Pontianak (PDKP) turun langsung ke titik api di kawasan Parit Sebanyak, Kubu Raya, Senin (24/8/2026), membawa minuman untuk petugas pemadam dari BPBD Provinsi, Polda Kalbar dan damkar swasta. PDKP mengajak Selayar Kopitiam untuk mensupport es kopi susu dan lain - lain. (Wilhelmus Triputra )

PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat, kepedulian terhadap para petugas pemadam di lapangan terus bermunculan.

Salah satunya dilakukan Pemuda Dayak Kota Pontianak (PDKP) dengan turun langsung memberikan dukungan kepada petugas yang berjibaku memadamkan api, di kawasan Parit Sembin, Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

Ketua Pemuda Dayak Kota Pontianak, Pieter Andas, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap para petugas di lapangan.

“Kami ingin aksi nyata daripada hanya sebatas berdiskusi. Kebetulan ada suami pembina kami yang merupakan ASN di BPBD, saya telepon menanyakan apa yang bisa kami bantu,” ujar Andas, sapaan akrabnya.

Andas mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa para petugas telah bekerja selama sekitar 40 hari tanpa henti untuk menangani karhutla. Kondisi tersebut mendorong mereka mengumpulkan rekan-rekan dan menggalang dukungan secara swadaya.

Sebanyak 10 orang turun langsung ke lokasi. Mereka juga menggandeng pemilik Selayar Kopitiam untuk menyediakan minuman bagi para petugas. Biaya bantuan tersebut dikumpulkan melalui urunan dari kas komunitas.

Dari hasil pengamatan di lapangan, Andas menilai kondisi karhutla saat ini cukup mengkhawatirkan. Kemarau panjang membuat lahan menjadi sangat mudah terbakar.

“Situasi saat ini memang membahayakan. Terlalu mudah lahan terbakar karena kemarau yang panjang. Di titik yang kami datangi, menurut para petugas apinya dibawa angin dari lahan yang juga terbakar tidak jauh dari situ,” jelasnya.

Andas juga mengapresiasi kerja keras para petugas yang terus memastikan api benar-benar padam dan tidak merembet ke wilayah lainnya.

Ketua PDKP itu juga berharap kepedulian serupa datang dari lebih banyak organisasi maupun komunitas untuk membantu para petugas yang masih berjibaku di lapangan.

Menurutnya, bantuan sederhana seperti menyediakan minuman segar tetap memiliki arti besar untuk menjaga semangat petugas selama menjalankan tugas.

“Harapannya banyak juga teman-teman dari organisasi atau perkumpulan lain yang membantu mereka. Bantuan sesimpel minuman segar pun ternyata sangat berarti untuk menyemangati mereka yang bertugas,” pungkas Andas.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wilhelmus Triputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X