Menembus Belantara Nyarumkop, dari Hutan Rimba Lahir Mercusuar Pendidikan Katolik di Kalimantan

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 28 Juni 2026 | 10:53 WIB
Pastor Marcellus dan Kepala Distrik Nyarumkop (Dok. Arsip Kapusin Pontianak)
Pastor Marcellus dan Kepala Distrik Nyarumkop (Dok. Arsip Kapusin Pontianak)

Warisan yang Terus Bertumbuh

Lebih dari satu abad telah berlalu sejak pohon pertama ditebang di Nyarumkop.

Kini kawasan itu telah berkembang menjadi kompleks pendidikan yang menaungi berbagai jenjang pendidikan, termasuk SMA Seminari Menengah Santo Paulus, yang terus melahirkan generasi penerus bagi Gereja dan masyarakat.

Alumni Nyarumkop tidak hanya mengabdi sebagai imam dan uskup, tetapi juga hadir sebagai guru, dosen, birokrat, akademisi, pengusaha, tenaga profesional, hingga pemimpin di berbagai bidang kehidupan.

Jika dahulu tiang-tiang sekolah sempat bertunas dan mengeluarkan daun, maka hari ini tunas-tunas itu seakan menjelma menjadi manusia-manusia yang memberi buah bagi Kalimantan dan Indonesia.

Nyarumkop bukan sekadar kompleks persekolahan. Ia adalah monumen hidup tentang bagaimana iman, pendidikan, dan kerja keras mampu mengubah hutan belantara menjadi taman ilmu pengetahuan yang terus bertumbuh dari generasi ke generasi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X