Tantangan berikutnya justru datang dari masyarakat sekitar.
Pada masa itu, banyak orang tua masih bergantung pada tenaga anak-anak untuk membantu berladang sehingga enggan menyekolahkan mereka.
Baca Juga: Paus Leo XIV Terbitkan Ensiklik Pertama, Serukan AI Harus Melayani Kemanusiaan
Selain itu, berkembang pula kekhawatiran bahwa memasukkan anak ke sekolah misi dapat menimbulkan persoalan dengan Kesultanan Sambas.
Akibatnya, jumlah murid pada tahun-tahun awal sangat terbatas.
Para misionaris pun melakukan pendekatan dari kampung ke kampung.
Mereka membangun kepercayaan masyarakat, menjelaskan pentingnya pendidikan, dan perlahan mengubah cara pandang bahwa sekolah bukanlah ancaman, melainkan bekal masa depan.
Dari Sekolah Rakyat hingga Seminari Pertama di Kalimantan
Seiring berkembangnya dukungan misi dari Eropa, Nyarumkop perlahan bertumbuh.
Selain pendidikan dasar, mulai dibuka sekolah guru, pertukangan, pertanian, hingga berbagai pendidikan keterampilan.
Tonggak penting kemudian lahir ketika Gereja memandang bahwa Kalimantan membutuhkan imam-imam putra daerah.
Dari pemikiran itulah berdiri Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop, yang dikenal sebagai seminari menengah pertama di Pulau Kalimantan.
Di lembaga inilah para seminaris dibentuk bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga karakter, spiritualitas, kedisiplinan, dan semangat pelayanan.
Empat pilar pembentukan menjadi fondasi pendidikan mereka, yakni Sanctitas (kehidupan rohani), Sanitas (kesehatan jasmani), Scientia (pengetahuan), dan Societas (kehidupan sosial).
Moto klasik Non Scholae Sed Vitae Discimus—"Kita belajar bukan semata-mata untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan"—menjadi semangat yang terus diwariskan hingga kini.
Artikel Terkait
SMA Santo Paulus Nyarumkop Singkawang Bersiap Hadapi Tahun Pelajaran 2023/2024, Gelar IHT Kurikulum Merdeka
Rangkul Alumni, SMP St Aloysius Gonzaga Nyarumkop Rayakan Pesta Santo Pelindung
Nostalgia Santap Bubur Temu Kangen SMP Aloysius Gonzaga Nyarumkop
Warga Nyarumkop di Singkawang Keluhkan Penerangan Jalan Gelap Gulita dan Rawan Kecelakaan
Mgr Agustinus Peletakkan Batu Pertama Rumah Istirahat Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak di Nyarumkop
Pemulihan Rohani di Rumah Pensiun Pastor dan Uskup Emeritus di Nyarumkop, Uskup Mimpikan Buah-buahan Kampung