Namun, sesungguhnya ia tidak pernah benar-benar pergi.
Jejaknya masih hidup di kota ini.
Makamnya di Jalan AR Hakim hingga kini masih diziarahi umat. Pada 2018, Keuskupan Agung Pontianak melakukan pemugaran makam tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Misi Kalimantan.
Namanya juga terus dikenang melalui berbagai karya pelayanan Gereja. Klinik Pacificus Bos menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang melanjutkan semangat pelayanannya kepada masyarakat.
Di kompleks Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak juga berdiri Gedung Pasifikus Bos, yang diresmikan pada 2025 sebagai pusat kegiatan pastoral, sosial, budaya, dan perjumpaan umat. Gedung itu menjadi simbol bahwa semangat pelayanan sang misionaris tetap hidup lebih dari satu abad setelah ia pertama kali menginjakkan kaki di Kalimantan.
Jika Van Lith dikenal sebagai tokoh yang melahirkan kebangkitan Gereja Katolik di Jawa melalui pendidikan, maka Pacificus Bos adalah sosok yang membuka jalan lahirnya Gereja Katolik di Kalimantan melalui perpaduan iman, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Keduanya adalah dua misionaris besar yang meletakkan fondasi Gereja di dua pulau berbeda.
Bedanya, nama Van Lith telah lama dikenal secara nasional. Sementara Pacificus Bos masih menunggu untuk semakin dikenang, terutama oleh masyarakat Kalimantan.
Padahal, setiap kali lonceng Katedral Santo Yosef berdentang, setiap kali anak-anak belajar di sekolah-sekolah Katolik, setiap kali pasien dilayani di rumah sakit dan klinik Katolik, sesungguhnya warisan Pacificus Bos masih terus hidup.
Ia mungkin telah dimakamkan di sebuah sudut Jalan AR Hakim.
Namun, karya dan semangatnya terus mengalir, sebagaimana Sungai Kapuas yang sejak awal menjadi saksi perjalanan seorang misionaris dari Negeri Belanda yang memilih mengabdikan seluruh hidupnya untuk Bumi Kalimantan. ***
Artikel Terkait
Profil Singkat Mgr Victorius Dwiardy OFM Cap: Tugas dan Tanggungjawab Besar dalam Ordo Kapusin
Tiga Puluh Tahun Kemandirian Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi “Santa Maria Ratu Para Malaikat” Pontianak (1994-2024) 'Serial 1'
Kisah Berdirinya Kapusin Provinsi Indonesia (Serial 3)
Tiga Puluh Tahun Kemudian (1994-2024) Kapusin Pontianak – (Serial 4)
Mgr Samuel Oton Sidin Jadi Administrator Apostolik, Begini Aturan Pensiun Uskup dan Peluang Biarawan Kapusin Itu Jadi Uskup Agung Pontianak
Mengenal Kapusin, Ordo Katolik yang Mengabdi di Indonesia Sejak Awal Abad ke-20 dan Membangun Pondasi Katolik di Kalbar