PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tabuhan musik tradisional Dayak terdengar mengalun ketika rombongan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII tiba di Rumah Betang, Pontianak, Jumat, 29 Mei 2026.
Sejumlah penari menyambut mereka, sementara beras kuning ditaburkan sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada tamu.
Baca Juga: Kenali FOMO Saham & Crypto: Mengapa Ikut-ikutan Tren Influencer Bisa Bikin Portofoliomu Boncos
Namun, yang dipelajari para peserta hari itu bukan sekadar tarian atau ritual adat.
Mereka diajak memahami filosofi hidup yang telah diwariskan masyarakat Dayak selama berabad-abad melalui Rumah Betang.
Rumah Betang dikenal sebagai rumah panjang tradisional masyarakat Dayak.
Pada masa lalu, satu rumah dapat dihuni banyak keluarga yang hidup bersama dalam satu komunitas.
Di tempat itulah mereka tumbuh, bekerja, bermusyawarah, dan membangun kehidupan bersama.
Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak Kalimantan Barat (Sekberkesda), Eugene Yohanes Palaunsoeka, menjelaskan bahwa Rumah Betang bukan hanya warisan arsitektur, melainkan simbol kehidupan komunal yang menjadi fondasi budaya Dayak.
Baca Juga: Siasat Atur Gaji UMR Pakai Metode Lemari Kosong, Budgeting Praktis Anti Ribet
“Filosofi utama Rumah Betang terletak pada kehidupan komunal dan kebersamaan masyarakat Dayak yang sangat kuat. Dahulu, sejak lahir hingga menikah, leluhur kami hidup bersama di Rumah Betang,” ujarnya.
Dalam kehidupan di Rumah Betang, setiap penghuni memiliki ruang keluarga masing-masing, tetapi tetap terhubung dengan ruang bersama yang menjadi tempat berinteraksi dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Nilai kebersamaan itu melahirkan budaya gotong royong, saling membantu, dan menghormati sesama anggota komunitas.
Perbedaan usia, status sosial, maupun latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan.
Bagi peserta PKSN XIII, filosofi tersebut terasa relevan dengan kehidupan masyarakat modern yang semakin individualistis.
Artikel Terkait
Bedah Bisnis: Mengapa Kafe Estetik Banyak yang Tumbang dalam Waktu Kurang dari 1 Tahun?
Terjebak Paylater dan Pinjol demi Validasi Sosial? Ini Trik Lepas dari Lingkaran Setan Utang Digital
Nikmati Keragaman Budaya, Peserta PKSN XIII Sambangi Komunitas Etnis di Pontianak
Kampung Caping Pontianak, Saat Budaya Melayu dan Kepedulian Lingkungan Bertemu
Pegiat Media Gereja Belajar "Wajah dan Suara" Lokal dari Tiga Etnis Kalimantan Barat
Rumah Hakka Pontianak, Merawat Persatuan Lewat Warisan Budaya