Reshuffle Kabinet Menguat, Siapa Menteri yang Terancam Dicopot?

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 27 April 2026 | 21:03 WIB
Mengintip nama-nama pejabat yang diisukan masuk dalam perombakan atau reshuffle kabinet baru Presiden RI, Prabowo Subianto. (Dok. Instagram.com/@prabowo)
Mengintip nama-nama pejabat yang diisukan masuk dalam perombakan atau reshuffle kabinet baru Presiden RI, Prabowo Subianto. (Dok. Instagram.com/@prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Isu reshuffle kabinet kembali menguat dan ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir. Wacana ini mencuat di tengah sorotan terhadap kinerja sejumlah menteri di pemerintahan Prabowo Subianto.

Sebelumnya, pihak Istana melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, sempat memberikan respons singkat saat ditanya mengenai kabar tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 7 April 2026.

"Tunggu saja," ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Jateng Butuh Aksi, Bukan Sekadar Wacana

Kini, isu perombakan kabinet disebut semakin menguat dan dikabarkan berpotensi terjadi pada Senin, 27 April 2026. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai reshuffle merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa pergantian menteri tidak sekadar rotasi jabatan, melainkan upaya meningkatkan efektivitas kabinet. Bahkan, ia menilai menteri yang tidak produktif seharusnya diganti.

"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” kata Idrus.

Menurutnya, reshuffle adalah instrumen penting dalam sistem pemerintahan presidensial. Ia juga menilai persoalan utama bukan terletak pada kepemimpinan presiden, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.

"Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun," jelasnya.
"Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya," tambahnya.

Idrus menyebut, reshuffle yang tepat dapat menjadi energi baru bagi pemerintahan dalam menghadapi dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang terus berkembang.

Di tengah isu tersebut, sejumlah nama tokoh mulai beredar dan disebut masuk dalam radar perombakan kabinet. Salah satunya mantan KSAD Dudung Abdurachman yang diisukan akan mengisi posisi Kepala Kantor Staf Presiden menggantikan Muhammad Qodari.

Qodari sendiri dikabarkan akan bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, menggantikan Angga Raka Prabowo.

Baca Juga: Majikan Disebut Galak, Polisi Dalami Kasus

Selain itu, nama Abdul Kadir Karding disebut-sebut akan menjadi Kepala Badan Karantina Nasional. Ada pula Hasan Nasbi yang diisukan akan menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Terakhir, Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, juga dikabarkan masuk bursa calon Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Mukhtaruddin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X