Majikan Disebut Galak, Polisi Dalami Kasus

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 27 April 2026 | 20:52 WIB
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. (Dok. Instagram.com/@batang_info)
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. (Dok. Instagram.com/@batang_info)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang terjatuh dari lantai 4 bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat masih menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) itu menyebabkan satu korban berinisial D (15) meninggal dunia, sementara rekannya R (30) selamat meski mengalami patah tulang.

Suasana duka kini menyelimuti keluarga korban setelah jenazah D dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Batang pada Minggu (26/4/2026). Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka sebelum dimakamkan.

Baca Juga: Arogan? Sopir Pelat Merah Tak Beri Jalan Ambulans

Namun, pihak keluarga mengaku belum sepenuhnya menerima penjelasan atas peristiwa tersebut dan menilai masih ada kejanggalan yang perlu diusut lebih lanjut. Mereka pun mendesak aparat untuk melakukan penyelidikan secara transparan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, kedua korban diduga melompat dari lantai 4 karena ingin melarikan diri.

"Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4," ujarnya.

R yang selamat saat ini dilaporkan tidak dalam kondisi kritis.

"Nggak (kritis), patah tangan saja," tambahnya.

Polisi juga mengungkap adanya dugaan bahwa korban merasa tidak nyaman bekerja dengan majikannya. Berdasarkan keterangan saksi, majikan disebut memiliki sikap yang keras.

"Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya," kata Roby.

Baca Juga: Modus Baru, Campur Uang Asli dan Palsu untuk Beli Motor

Meski begitu, ia menegaskan bahwa belum ada bukti pasti terkait dugaan kekerasan fisik.

"Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak," jelasnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa majikan korban. Pemeriksaan dilakukan oleh Polda Metro Jaya melalui Ditreskrimum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X