Strategi Prabowo Hidupkan UMKM Lewat Pasar Murah

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 29 Maret 2026 | 19:45 WIB
Foto: Suasana Pasar Murah untuk Rakyat di Monas. (Dok. Istimewa )
Foto: Suasana Pasar Murah untuk Rakyat di Monas. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pasar murah yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional pada Sabtu (28/3/2026), bukan hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebutkan pasar murah ini menyediakan 100 ribu kupon dengan nilai Rp500 ribu per kupon. Dari jumlah tersebut, Rp200 ribu dialokasikan khusus untuk pembelian produk UMKM.

“Untuk menghidupkan UMKM-UMKM, pedagang-pedagang. Ada dari Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, kemudian beberapa pasar lain se-Jabodetabek,” ujar Teddy.

Baca Juga: Fiki Satari Buka Suara Soal Keadilan untuk Pelaku Kreatif

Sekitar 1.000 pedagang kaki lima dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka juga menyiapkan hingga 300 ribu porsi makanan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

“Jadi, datang ke sini bisa makan semuanya. Ada hiburan, kemudian bisa membelikan sanak keluarganya barang-barang kecil,” lanjutnya.

Sementara itu, Maman Abdurrahman menilai kegiatan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah di bawah Prabowo Subianto untuk menggerakkan ekonomi rakyat pasca Lebaran.

“Karena kita melibatkan kurang lebih ada seribuan usaha mikro, pedagang makanan dan minuman. Di situ kan bergerak tuh, mereka pesan makanan, pesan minum, segala macam,” kata Maman.

Baca Juga: Aksi Berani, Korban Pelecehan Kejar Pelaku Hingga Jatuh ke Parit

Beragam produk tersedia dalam pasar murah tersebut, mulai dari pakaian, sepatu hingga tas dengan total sekitar 100 ribu paket. Maman berharap kegiatan ini mampu membantu pelaku usaha kecil menghabiskan stok lama sekaligus memutar kembali roda produksi.

“Akhirnya bergerak tuh karena mereka bisa mendapatkan, bisa menghabiskan stok yang kemarin masih ada. Dan mereka juga bisa putar lagi, beli lagi dengan stok yang baru,” jelasnya.

Acara bertajuk “Lebaran Bersama Rakyat” ini menjadi yang pertama kali digelar setelah Idulfitri dengan menggabungkan bazar UMKM, pasar murah, hiburan rakyat, hingga pembagian bantuan bagi masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X