PONTIANAKGLOBE.COM, INDRAMAYU -- Aktivitas pembangunan kini terlihat di SDN 1 Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Sekolah yang berada di kawasan pesisir tersebut tengah menjalani proses revitalisasi ruang kelas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar.
Suara palu dan aktivitas para pekerja mewarnai lingkungan sekolah sejak proses pembangunan dimulai. Berdasarkan pantauan di lokasi, revitalisasi yang dilakukan meliputi penggantian atap dan plafon serta perbaikan dinding bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Pendidikan dan Geopolitik
Pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal. Para pekerja masih melakukan pembongkaran bagian bangunan lama sebelum memasuki proses pembangunan kembali. Meski baru berjalan beberapa hari, perubahan pada lingkungan sekolah mulai terlihat.
Kontraktor pelaksana dari CV Tiga Sarana Abadi, Darudin, menyebut proses pekerjaan sejauh ini berjalan tanpa hambatan berarti.
“InsyaAllah kita sesuai targetnya Pak. Karena kita mulai kan minggu-minggu ini untuk pembongkaran. Alhamdulillah nggak ada kendala,” ujar Darudin.
Ia menjelaskan bahwa revitalisasi tersebut tidak hanya berdampak pada perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberi manfaat bagi warga sekitar karena sebagian masyarakat dilibatkan dalam proses pengerjaan.
Meski demikian, keterlibatan warga lebih difokuskan pada pekerjaan sederhana seperti membantu mengangkat material bangunan, sementara pekerjaan teknis tetap ditangani tenaga profesional.
“Ada pekerja melibatkan masyarakat di sekitar juga. Paling ya perbantuan tenaga kasar kayak ngangkat adukan. Untuk tenaga ahlinya memang kita udah ada,” ucapnya.
Darudin berharap pembangunan ruang kelas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa dan guru, sekaligus dijaga bersama agar tetap dalam kondisi baik.
“Semoga bermanfaat. Mohon juga bangunan yang sudah jadi itu dijaga bareng-bareng. Kita bareng-bareng menjaga,” katanya.
Baca Juga: SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi MBG, Ada Lele Mentah
Rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, Astri. Ia mengapresiasi adanya pembangunan ruang kelas yang dinilai akan memberikan lingkungan belajar yang lebih layak bagi anak-anak.
“Mengenai pembangunan ini saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan ini,” ungkap Astri.
Ia berharap dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak dapat semakin bersemangat belajar dan meraih cita-cita mereka di masa depan.
Artikel Terkait
Kasus Hilangnya Siswa Ciomas di Sungai Cisadane, Sekolah Tegaskan Tak Ada Perundungan
Sekolah Hancur Diterjang Banjir, Siswa di Aceh Tamiang Bawa Meja Sendiri
Demi Sekolah, Pelajar Ini Lewati Jembatan Goyang di Tengah Banjir
Sekolah Rusak, Siswa Tetap Belajar di Tanah
Detik-detik Tembok Pembatas Rumah Mewah Ambruk ke Lingkungan Sekolah
Runway Jadi Jalan Sekolah, Potret Pendidikan di Tolikara Disorot