TK-SD Cahaya Mentari Tanamkan Percaya Diri Anak Lewat Perayaan Imlek 2026

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 2 Maret 2026 | 07:00 WIB
Melalui panggung seni dan budaya, siswa Cahaya Mentari belajar tampil percaya diri di hadapan publik. (Pontianak Globe/Steve Vantax)
Melalui panggung seni dan budaya, siswa Cahaya Mentari belajar tampil percaya diri di hadapan publik. (Pontianak Globe/Steve Vantax)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perayaan Imlek 2026 menjadi momen pembelajaran bermakna bagi KB-TK-SD Swasta Cahaya Mentari (Sunshine).

Mengusung tema “阳光少儿,策马迎春”, yang artinya Sekolah Cahaya Mentari percaya bahwa anak-anak menunggang harapan penuh dengan energi positif. 

Baca Juga: Sekolah Bilingual KB-TK Cahaya Mentari atau Sunshine Undang Ayah Cerita ke Kelas saat Father’s Day

sekolah ini tidak hanya menghadirkan perayaan budaya, tetapi juga ruang pembentukan karakter anak melalui pengalaman nyata.

Tema tersebut mencerminkan keyakinan sekolah bahwa anak-anak adalah pribadi yang penuh energi positif, berani melangkah maju, dan siap menyongsong masa depan dengan harapan—sebagaimana musim semi yang melambangkan kehidupan dan pertumbuhan baru.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Chinese Culture Day atau Mandarin Day di lingkungan sekolah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan penampilan di Ayani Megamall, Gaia Mall pada Sabtu, 28 Februari 2026, hingga dijadwalkan tampil di Panggung Diponegoro pada 2 Maret 2026.

Manajer Sekolah sekaligus Koordinator Mandarin Cahaya Mentari, Fui Tik, B.Ed., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi anak-anak.

Baca Juga: Festival Mooncake di SD Cahaya Mentari Pontianak, Serunya Anak-Anak Nikmati Kue Bulan, Lampion, dan Belajar Toleransi

“Melalui rangkaian acara ini, anak-anak tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin, tetapi juga belajar menampilkan bakat, keberanian, dan membangun rasa percaya diri,” ujarnya.

Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari marching band, wushu, modern dance, traditional dance, vocal group, hingga permainan alat musik tradisional seperti guzheng dan yangqin.

Kepala Sekolah KB-TK Cahaya Mentari, Mr. Wijaya, menyebut setiap penampilan merupakan hasil dari proses latihan yang tidak singkat.

“Walaupun terkadang masih ada rasa gugup, anak-anak tetap berusaha tampil percaya diri. Senyum mereka mencerminkan makna ‘阳光少儿’ — anak-anak yang bersinar hangat seperti mentari,” katanya.

Bagi anak-anak sendiri, kesempatan tampil di ruang publik menjadi pengalaman berharga.

“Kami senang bisa tampil. Kadang gugup, tapi tetap bangga,” ungkap salah satu peserta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X