PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Momen menegangkan saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 masih membekas bagi para penyintas. Salah satunya dibagikan oleh akun TikTok @ayank.17amu yang mengunggah pengalaman bertahan hidup ketika banjir merendam wilayah tersebut.
Dalam video itu, terlihat sejumlah warga berada di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Terban. Mereka terjebak banjir dan harus bertahan selama beberapa hari dengan kondisi yang sangat terbatas.
“Sejarah yang tidak akan bisa saya lupakan, banjir bandang Aceh Tamiang, 26 November 2025 dan saya berlindung di atas mobil selama 5 hari di SPBU Terban,” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Terduga Pencuri Helm Disoraki Penonton Konser NDX di Malang
Selama terjebak banjir, kebutuhan makanan menjadi persoalan utama. Pemilik video mengungkapkan bahwa mereka harus menahan lapar karena tidak ada persediaan makanan.
“Enam hari nggak makan, makanya nggak ada yang perlu disombongkan di dunia ini,” tulisnya sambil bersyukur masih bisa selamat dari bencana tersebut.
Saat ditanya warganet tentang cara menahan lapar dan haus, ia mengaku hanya membayangkan makanan dan minuman yang ingin dinikmati setelah keadaan pulih.
“Kalau lapar cuma bilang dalam hati kak, Ya Allah nanti kalau udah pulih semuanya saya mau balas dendam makan mie aceh dan bakso, abis itu gak jadi lapar kak walaupun perut perih kali,” tuturnya.
“Pas haus, udah nggak ada air minum. Cukup mengkhayal minum jus aja kak, jadi langsung kenyang,” sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa makanan baru didapatkan ketika air mulai surut pada hari keempat. Warga turun ke genangan air untuk mencari apa pun yang bisa dimakan.
“Setelah hari ke-4, air surut dan semua pada turun ke air cari makanan dan minuman. Pada dapet mie mentah, ini yang dimakan buat ganjal perut,” ungkapnya.
“Mie mentah yang dimakan, tapi happy, Alhamdulillah. Ini Aceh Tamiang di hari ke-4,” imbuhnya.
Baca Juga: Sungai Jadi Jalan Sementara, Warga Aceh Tengah Tetap Rayakan Tradisi Meugang
Memasuki hari kelima, para penyintas akhirnya bisa mendapatkan makanan setelah seorang pedagang datang membawa roti.
“Dengan stok makanan nggak ada, semua pengungsi dari GOR dan tempat lain ke SPBU, nyerbu beli roti,” akunya.
Artikel Terkait
Sebulan Pascabanjir, Desa di Aceh Tamiang Masih Tertimbun Kayu
Kesaksian Bocah Aceh Tamiang, Air Banjir Naik Hingga Seatap Rumah
Usai Banjir Bandang, Aceh Tamiang Kini Diselimuti Debu
Aceh Tamiang Diselimuti Debu, Dampak Lumpur Banjir Kian Mengkhawatirkan
Sekolah Hancur Diterjang Banjir, Siswa di Aceh Tamiang Bawa Meja Sendiri
Banjir Aceh Tamiang: Bertahan di Atap Rumah Menunggu Air Surut