Bukan Cuma Tanggung Orang Tua, Ini Penyebab Sandwich Generation Menurut Theo Derick

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48 WIB
Menyoroti penuturan influencer, Theo Derick tentang ‘sandwich generation’ yang belakangan ramai diperbincangkan di medsos. (Dok. YouTube.com/RaymondChin)
Menyoroti penuturan influencer, Theo Derick tentang ‘sandwich generation’ yang belakangan ramai diperbincangkan di medsos. (Dok. YouTube.com/RaymondChin)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Influencer dan kreator konten edukasi finansial, Theo Derick, menyoroti maraknya narasi tentang sandwich generation atau generasi roti lapis yang belakangan ramai dibicarakan di ruang publik.

Istilah ini merujuk pada kelompok dewasa yang terhimpit tanggung jawab ekonomi karena harus menanggung kebutuhan tiga generasi sekaligus, mulai dari orang tua, diri sendiri, hingga anak-anak.

Baca Juga: Dedikasi Tanpa Alasan: Guru Matematika Tetap Mengajar Meski Sekolah Kebanjiran

Menurut Theo Derick, fenomena sandwich generation tidak semata-mata lahir dari kondisi ekonomi, melainkan dipengaruhi oleh jurang perbedaan mindset, khususnya dalam memandang investasi dan pengelolaan keuangan sejak dini.

“Realitanya, apa yang dibicarakan di rumah, apa yang dibahas dari kecil, itu di rumah orang berada dengan orang yang kurang mampu, itu berbeda,” ungkap Derick seperti dikutip dari siniar YouTube Raymond Chin pada Sabtu (17/1/2026). 

“Bahkan mindsetnya dari kecilnya sudah berbeda,” imbuhnya.

Derick menjelaskan bahwa lingkungan tempat seseorang tumbuh sangat menentukan cara pandangnya terhadap uang. Ia mencontohkan pengalamannya semasa kecil yang akrab dengan realitas keras di sekitarnya.

“Saya melihat dulu sejak kecil di lingkungan sekitar rumah, orang yang dikejar debt collector itu biasa, judi, prostitusi,” sebut Derick.

“Lalu kita berinteraksi dengan orang berada, suasananya berbeda,” tambahnya.

Ia mengaku, sejak kecil dirinya tidak dibiasakan untuk melihat investasi sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan finansial.

“Saya orang yang dari kecil ditumbuhkan mindset ogah investasi, cicil saja tidak apa-apa yang penting gajinya cukup,” terangnya.

Baca Juga: Viral Guru Dipukuli Murid di SMK Jambi, Bermula dari Teguran hingga Tinju

“Sementara sekarang saya bertemu dengan teman-teman yang memang dari kecil pembicaraanya tentang investasi di rumahnya, itu terasa sekali bedanya,” lanjut Derick.

Saat mulai berinteraksi dengan orang-orang yang menempatkan investasi sebagai prioritas, Derick menyadari adanya perbedaan mendasar dalam cara mengelola ekonomi.

“Dari kecil, kata mereka, kita harus mengenal investasi,” sebutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X