Viral Guru Dipukuli Murid di SMK Jambi, Bermula dari Teguran hingga Tinju

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:26 WIB
Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Dok. Instagram.com/@jambisharing)
Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Dok. Instagram.com/@jambisharing)

“Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia meninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Agus juga telah menyampaikan kronologi kejadian versi dirinya melalui unggahan Instagram @jambisharing pada Kamis (15/1/2026). Ia menyebut insiden bermula saat dirinya menegur siswa yang dianggap tidak sopan dan merendahkan martabatnya sebagai guru.

“Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus.

Merasa direndahkan, Agus mendatangi kelas asal suara tersebut dan meminta siswa yang bersangkutan mengakui perbuatannya.

Salah satu siswa mengaku, namun situasi justru semakin memanas. Agus menyebut siswa tersebut menantangnya hingga ia secara refleks menampar satu kali.

“Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya,” ujar Agus.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan ketegangan terus meningkat hingga terjadi aksi saling pukul. Situasi sempat diredam setelah guru-guru lain turun tangan melakukan mediasi.

Dalam kasus ini, Agus juga sempat dituding menghina siswa dengan sebutan “miskin”. Tuduhan tersebut dibantah olehnya. Ia menegaskan ucapannya disampaikan dalam konteks motivasi, bukan penghinaan.

“Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum,” terangnya.

“Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” jelas Agus.

Baca Juga: Pedagang Es Kelapa di Gowa Daftarkan 24 Kerabat Haji, Setoran Rp600 Juta

Dalam proses mediasi, Agus sempat memberikan pilihan kepada para siswa untuk membuat petisi apabila tidak menginginkannya mengajar lagi. Namun para siswa justru meminta Agus untuk meminta maaf. Mediasi tersebut berakhir tanpa titik temu.

Situasi kembali memanas saat jam istirahat. Sejumlah siswa dari berbagai angkatan melakukan aksi solidaritas yang berujung pada pengeroyokan terhadap Agus, termasuk aksi pelemparan batu.

“Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan,” ungkap Agus.

Meski merasa menjadi korban kekerasan, Agus mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum. Ia menyebut berat melaporkan para siswa ke polisi karena memikirkan masa depan dan kondisi psikologis mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X