King Abdi Ungkap Kondisi Aceh Tamiang: Belum Baik-baik Saja

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:22 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, King Abdi tentang kondisi terkini para korban bencana banjir bandang di Sumatera. (Dok. Instagram.com/@kingabdi_jajanmercon)
Menyoroti pernyataan influencer, King Abdi tentang kondisi terkini para korban bencana banjir bandang di Sumatera. (Dok. Instagram.com/@kingabdi_jajanmercon)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Gelombang solidaritas untuk membantu pemulihan warga terdampak banjir bandang di Sumatera yang terjadi pada akhir November 2025 masih terus mengalir hingga kini.

Berbagai elemen, mulai dari pejabat publik, influencer, relawan, hingga aparat TNI dan Polri, bahu-membahu membantu proses pemulihan wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Pandji: Saya Paling Banyak Kritik Anies, Tapi Bukan di Panggung Ini

Terbaru, content creator kuliner sekaligus influencer Amrizal Nuril Abdi atau yang dikenal sebagai King Abdi, membagikan pengalamannya saat terjun langsung dalam aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @kingabdi_jajanmercon pada Sabtu, 10 Januari 2026, Abdi terlihat bersama tim relawan membagikan total 99 ribu porsi makanan bagi korban banjir bandang di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera.

“Bismillah, kita satu koordinasi, untuk saudara kita yang ada di Aceh dan Sumatera,” ujar Abdi menyemangati para relawan.

Dalam unggahan tersebut, Abdi juga menampilkan kondisi terkini Aceh Tamiang pascabencana. Ia menegaskan bahwa situasi di wilayah tersebut masih jauh dari kata normal.

“Aceh belum baik-baik saja,” tulis Abdi dalam keterangan unggahannya.

Tampak warga terdampak menikmati makanan yang dibagikan. Namun, di balik itu, kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang masih jelas terlihat di sekitar mereka.

“Siapa bilang Aceh baik-baik saja?” kata Abdi.

“Sekarang siapa yang bilang mereka sudah bahagia?” lanjutnya.

Dengan suara bergetar, Abdi menyebut senyum yang terlihat di wajah para korban tidak serta-merta menandakan hilangnya kesedihan akibat bencana.

“Mereka tersenyum, tapi di dalam hati masih menyimpan luka dan kepedihan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Abdi juga menyinggung mulai berkurangnya sorotan publik di media sosial terhadap bencana di Sumatera.

“Sedih dan sakit hati melihat postingan tentang kondisi mereka sekarang mulai sepi,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X