“Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat,” jawab Suharyanto.
Baca Juga: Sisa Kayu dan Lumpur Jadi Hambatan, Relawan Tetap Bergerak
Menanggapi hal itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa biaya pembuatan sumur bor sangat bergantung pada kondisi tanah di lokasi pengeboran.
“Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak,” katanya.
“Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu,” tegas Maruli.***
Artikel Terkait
Sumur Keruh Jadi Andalan, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Pakai Air Banjir untuk Bertahan
Belum Pulih dari Banjir, Warga Bener Meriah Dihantam Ancaman Baru dari Gunung Api
Di Balik Banjir dan Lumpur, Warga Tapanuli Selatan Rasakan Kehadiran Negara
Banjir Datang Lagi, Maninjau dan Kuranji Jadi Sorotan
Banjir Besar Lumpuhkan Akses Cilegon–Anyer
Fenomena Aneh Usai Banjir Nagan Raya: Gas Keluar dari Tanah, Api Bisa Membesar