Hari Keempat Pencarian, Satu Jenazah Ditemukan di Lokasi Karam KM Putri Sakinah

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 29 Desember 2025 | 15:57 WIB
Proses pencarian 4 wisatawan WNA Spanyol di Labuan Bajo.  (Dok. SAR Komodo Labuan Bajo)
Proses pencarian 4 wisatawan WNA Spanyol di Labuan Bajo. (Dok. SAR Komodo Labuan Bajo)

PONTIANAKGLOBE.COM, LABUAN BAJO -- Upaya pencarian terhadap warga negara asing asal Spanyol yang menjadi korban karamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Insiden karamnya kapal terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, dan menyebabkan empat WNA terjatuh ke laut. Mereka adalah Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B Wanita Valencia CF, bersama tiga anaknya.

Baca Juga: Desa Burlah Terisolasi, Recovery Pascabanjir Dinilai Masih Jauh

Pada hari keempat pencarian, Senin pagi, 29 Desember 2025, tim SAR menemukan satu jenazah perempuan di sekitar lokasi kejadian. Informasi tersebut diterima sekitar pukul 06.05 WITA, dengan posisi penemuan kurang lebih satu nautical mile dari titik dugaan kapal tenggelam.

“Tim menerima informasi pada pukul 06.05 WITA bahwa satu korban jenazah ditemukan, kurang lebih 1 nautical miles dari lokasi diduga kapal mengalami karam atau tenggelam,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman.

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Korban dievakuasi ke Pelabuhan Labuan Bajo dan dibawa menuju RSUD Labuan Bajo,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya, tim SAR juga menemukan pelampung milik KM Putri Sakinah yang diduga berkaitan dengan lokasi karamnya kapal.

KM Putri Sakinah diketahui mengangkut 11 orang, terdiri dari keluarga Martin Carreras Fernando, empat anak buah kapal, dan seorang pemandu wisata.

Kapal tersebut tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, setelah dihantam ombak setinggi sekitar 1,5 meter dalam kondisi mesin mati.

Dari peristiwa tersebut, tujuh orang berhasil selamat, termasuk istri dan satu anak Martin Carreras Fernando, serta seluruh ABK dan pemandu wisata.

Baca Juga: Sebulan Pascabanjir, 93 Desa di Aceh Tengah Masih Tanpa Listrik

Sesuai prosedur, operasi pencarian akan berlangsung selama tujuh hari dengan evaluasi harian yang mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan tim.

Sementara itu, otoritas kesyahbandaran menetapkan penutupan sementara aktivitas pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo sejak 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 atau sampai pemberitahuan lebih lanjut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X