Bukan Sekadar Bantuan, Ferry Irwandi Jaga Rantai Pasok Petani Korban Banjir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 25 Desember 2025 | 06:19 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait harga cabe di Sumatera dan Aceh (Dok. Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait harga cabe di Sumatera dan Aceh (Dok. Instagram.com/@irwandiferry)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Upaya pemulihan ekonomi warga Sumatera pascabanjir bandang akhir November 2025 terus digalakkan melalui pengiriman hasil tani ke luar daerah.

Salah satunya dengan menerbangkan komoditas cabai dari Sumatera menuju DKI Jakarta sebagai bagian dari menjaga roda ekonomi petani tetap berputar.

Inisiatif ini digagas oleh influencer sekaligus aktivis kemanusiaan Ferry Irwandi yang turun langsung ke wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Golden Tulip Pontianak Gelar Kegiatan CSR di Panti Asuhan Kasih Abadi, Sambut Momen Natal 2025

Setelah melakukan pengiriman puluhan ton cabai, Ferry menekankan pentingnya pengelolaan rantai pasok agar distribusi tidak menimbulkan dampak negatif di pasar.

"Seperti yang teman-teman ketahui, kita sama rumah tani itu sudah mengambil berpuluh ton (cabe)," ujar Ferry melalui akun Instagram @irwandiferry, Rabu (24/12/2025). 

Ia menjelaskan bahwa distribusi komoditas tersebut tidak hanya terfokus di Jakarta, melainkan disebar ke berbagai wilayah lain di luar ibu kota.


"Dan plottingnya, untuk teman-teman ketahui, kita sebar ke berbagai titik di luar Jakarta," imbuhnya.

Menurut Ferry, langkah ini didorong oleh kebutuhan ekonomi dasar warga yang terdampak bencana.


"Alasannya simpel, ekonomi dasar saja," ungkap CEO Malaka Project tersebut.

Ia menyoroti kondisi warga di daerah pedalaman yang terpaksa berjalan puluhan kilometer demi menjual hasil pertanian ke kota karena akses dan infrastruktur rusak parah akibat banjir.

Meski telah memasok komoditas ke Jakarta, Ferry menegaskan pihaknya tetap berhati-hati agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang dapat mengganggu stabilitas harga.

"Kita mencegah over supply di Jakarta, sehingga syok pada rantai pasokan itu bisa diminimalisir," katanya.

"Jadi kita tidak merugikan petani-petani di daerah yang lain, gitu," lanjut Ferry menegaskan.

Ia mengakui mungkin ada dampak di pasar, namun diyakini tidak akan sebesar jika seluruh pasokan diarahkan ke satu wilayah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X