Hingga kini, warga Aceh Tamiang menuntut adanya transparansi serta pembersihan material sisa banjir secara menyeluruh, bukan hanya pengangkutan kayu yang menguntungkan pihak tertentu.
Peristiwa ini menambah luka warga yang merasa proses pemulihan pascabencana justru dicederai oleh kepentingan oknum.***
Artikel Terkait
Investigasi Kayu Gelondongan: Benarkah Ada Aktivitas Ilegal di Hulu?
Gelondongan Kayu Mengalir, Jejak Perusak Hutan Terkuak di Batang Toru
Misteri Kayu Gelondongan di Tapanuli: Menteri Lingkungan Hidup Ungkap Temuan Awal
PT Minas Pagai Lumber Disorot Usai Ribuan Kayu Hanyut Berlabel Kemenhut ke Pantai
Buni Amin Soroti Kayu Raksasa di Aceh Tamiang, Bukti Dahsyatnya Banjir Bandang
Krisis Gas LPG Pascabanjir, Warga Takengon Terpaksa Masak Pakai Kayu Hanyut