Ferry Irwandi Minta Hentikan Narasi Buruk soal Bencana Sumatera

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 19 Desember 2025 | 21:20 WIB
Menyoroti cerita influencer, Ferry Irwandi usai menjalani aksi kemanusiaan untuk para korban bencana di Sumatera.  (Dok. Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti cerita influencer, Ferry Irwandi usai menjalani aksi kemanusiaan untuk para korban bencana di Sumatera. (Dok. Instagram.com/@irwandiferry)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera masih menjadi perhatian luas berbagai pihak. Upaya pemulihan terus dilakukan di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dihantam bencana besar pada akhir November 2025 lalu.

Di tengah proses tersebut, influencer Ferry Irwandi turut membagikan pengalamannya setelah terjun langsung dalam aksi kemanusiaan di sejumlah titik bencana.

Baca Juga: 2 Butir Telur untuk 23 Orang, Kisah Bertahan Hidup Warga Aceh Tamiang

Ferry diketahui menggalang donasi hingga Rp10 miliar dan mendistribusikannya langsung kepada para korban di berbagai daerah di Sumatera.

"Tujuannya bagaimana saya mendistribusikan bantuan," ungkap Ferry sebagaimana dilansir dari YouTube Deddy Corbuzier, pada Jumat, 19 Desember 2025.

"Mindset saya hanya sebagai relawan," imbuhnya.

Ferry menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai perantara amanah masyarakat yang menitipkan bantuan bagi sesama warga terdampak bencana.

"Saya di sana hanya menjadi kurir untuk masyarakat, memberikan bantuan dari warga untuk sesama warga juga," sebut Ferry.

"Tidak mau, saya tidak mau mengambil uang satu rupiah pun dalam donasi Rp10 miliar untuk para korban bencana di Sumatera ini," tambahnya.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Ferry menyaksikan banyak pihak datang ke lokasi bencana dari beragam latar belakang, mulai dari pejabat publik, tenaga medis, artis, hingga influencer.

Ia menyebut para relawan, termasuk yang didukung TNI dan Polri, bekerja bersama tanpa sekat demi membantu para korban.

"Saya melihat juga banyak pihak yang datang ke sana, lalu mereka menangis melihat keadaannya," terangnya.

Baca Juga: Salah satu Korban Tsunami 2004 Ungkap Banjir Aceh Tamiang Lebih Gelap

"Tidak mungkin tidak ada yang tidak nangis, tapi kita di sana benar-benar saling bantu satu sama lain," tegas Ferry.

Menurut Ferry, selain distribusi bantuan, menjaga semangat dan ketenangan mental para korban juga menjadi hal yang sangat penting di tengah keterbatasan akses dan sulitnya kondisi pascabencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X