“Jadi tolong bantu kami, kami tidak mengharapkan makan, itu saja sudah cukup,” pungkasnya.
Kisah ini menjadi gambaran nyata beratnya kondisi warga di desa pedalaman Aceh Tamiang pascabanjir bandang, sekaligus menegaskan pentingnya perhatian dan percepatan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi.***
Artikel Terkait
Cerita Pengungsi Aceh yang Menyentuh Hati Relawan
Warga Korban Banjir Aceh Beri Semangat untuk Mualem
Jalan Puluhan Kilometer Demi Bantu Korban Banjir Aceh
Ferry Irwandi Terharu Lihat Panen Cabai, Warga Aceh Bangkit di Tengah Bencana
Tinjau Langsung Pengungsian, Suharyanto Tekankan Respon Cepat Bencana di Aceh dan Sumatera
Tiga Hari Tanpa Air dan Makanan, Tangis Ibu Korban Banjir Aceh Tamiang