PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penjelasan terkait pernyataan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengenai bantuan dari sejumlah negara seperti Malaysia dan China untuk penanganan banjir di Aceh.
Sjafrie menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan bantuan asing resmi kepada Indonesia, melainkan dukungan personal kepada Mualem yang memiliki hubungan dengan pihak-pihak tersebut.
Baca Juga: Operasi Jumbo BNPB di Aceh: 17 Heli, 7 Pesawat, Tapi Akses Masih Lumpuh
Menanggapi kedatangan tim dari China, Sjafrie menyebut bahwa keberadaan mereka hanya untuk membantu Mualem dalam pencarian jenazah korban yang masih tertimbun lumpur.
“Ya sebetulnya yang dimaksud itu adalah (bantuan) personal yang dari China, itu untuk menemukan (korban), itu bukan bantuan asing,” ujarnya di Makassar pada Selasa, 9 Desember 2025.
“Itu bantuan personal kepada Mualem yang mau mencari jasad-jasad dari para korban bencana,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepenuhnya masih ditangani oleh pemerintah Indonesia.
“Tetapi secara keseluruhan penanggulangan bencana yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta Aceh itu ditanggulangi secara mandiri,” ucapnya.
Sjafrie menyatakan bahwa Indonesia kini memiliki kemampuan yang memadai dalam pendistribusian bantuan, peralatan, logistik, obat-obatan, hingga tenaga medis.
Menurutnya, perguruan tinggi juga ikut mendukung, sehingga kekuatan sumber daya manusia dalam penanganan darurat lebih dari cukup.
Ia menilai kondisi kali ini sangat berbeda dibanding tsunami 2004 ketika Indonesia masih bergantung pada negara lain.
“Dulu kita belum mandiri. Sekarang penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa kita lakukan sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menilai bencana ini bisa ditangani bangsa Indonesia tanpa ketergantungan luar.
“Beliau sudah mengambil evaluasi bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Mualem sebelumnya menyampaikan bahwa Aceh telah menerima tenaga dokter dan bantuan obat-obatan dari Malaysia. Ia menegaskan tidak pernah melarang pihak mana pun membantu Aceh.
Artikel Terkait
Ancaman Leptospirosis hingga Diare: Pemerintah Kebut Pengiriman Obat ke Daerah Terdampak Banjir
Soal Respons Banjir Aceh Tamiang, BNPB Jelaskan Prosedur Penanganan Awal
Di Hadapan Prabowo, Mualem Beberkan ‘Permainan’ Harga di Tengah Banjir
Bencana Banjir Masih Belum Usai, Iqbal Ungkap Ancaman Psikologis yang Mengintai Warga
Heboh Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir Bandang dTerjadi, Pemerintah Siapkan Sanksi Berat
Belum Pulih dari Banjir, Sumut Diprediksi Kembali Diguyur Hujan Ekstrem