Belum Pulih dari Banjir, Sumut Diprediksi Kembali Diguyur Hujan Ekstrem

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 9 Desember 2025 | 20:23 WIB
Menyoroti potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan kembali melanda Sumatera Utara (Sumut) usai bencana banjir bandang.  (Dok. BNPB)
Menyoroti potensi curah hujan tinggi yang diprediksi akan kembali melanda Sumatera Utara (Sumut) usai bencana banjir bandang. (Dok. BNPB)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar di 18 kabupaten. Data terbaru BNPB pada Selasa, 9 Desember 2025 mencatat 338 warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.

BNPB juga merilis jumlah pengungsi di wilayah terdampak.

“Jumlah pengungsi berdasarkan kabupaten atau kota, Tapanuli Tengah sebanyak 18,3 ribu, Langkat sebanyak 11,1 ribu, hingga Humbang Hasundutan sebanyak 2,2 ribu,” tulis BNPB.

Baca Juga: Najwa Shihab Datangi Aceh, Dengarkan Tangis Ibu yang Kehilangan Dua Orang Tercinta

Di tengah penanganan bencana, kekhawatiran baru muncul setelah BMKG memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur sejumlah kawasan di Sumut dalam sepekan ke depan. Pemicunya adalah bibit siklon tropis 91S yang mulai terbentuk di Samudra Hindia.

Dalam laporan video terbaru yang diunggah di kanal YouTube @IndoBMKGIndonesia, BMKG menjelaskan awal kemunculan bibit siklon tersebut.

“Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta,” tulis BMKG.

“Saat ini kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa,” tambahnya.

BMKG menyebut bibit siklon itu diperkirakan berkembang menjadi siklon tropis kategori rendah dalam 24 jam. Sebelumnya, BBMKG Wilayah I juga telah mengidentifikasi keberadaan sistem cuaca itu di perairan barat daya Lampung.

Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut memicu belokan angin dan pertemuan massa udara di wilayah Sumut, yang berpotensi meningkatkan curah hujan.

“Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer dan MJO di sekitar pusat sirkulasinya,” kata Hendro.

Baca Juga: Garuda Muda Dihukum Efektivitas Filipina U22, Indra Sjafri Ungkap Kekurangan Tim

“Kondisi IOD negatif masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti suhu muka laut yang hangat, mencapai 29-30 derajat Celsius, serta kelembapan udara tinggi di seluruh lapisan atmosfer.

“Dengan adanya faktor-faktor ini, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X