“Pemerintah daerah nggak punya anggaran, pusat punya. Makanya kita ingin pemerintah pusat itu jor-joran. Bila perlu kita minta bantuan tetangga, nggak usah gengsi, nggak usah malu,” tegasnya.
Iqbal juga mengingatkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan dampak ekonomi, tetapi juga tekanan psikologis yang panjang bagi masyarakat. Dengan penanganan yang masih dinilai lamban, ia memperingatkan potensi kemarahan publik yang bisa muncul kembali.
“Jangan sampai nanti psikologis masyarakat yang marah di bulan Agustus itu kembali muncul, sentimen kepada pejabat publik,” tambahnya.
Baca Juga: Di Hadapan Prabowo, Mualem Beberkan ‘Permainan’ Harga di Tengah Banjir
Ia menekankan bahwa masyarakat terdampak bisa mengalami kondisi seperti stres, depresi, hingga kehilangan harapan.
“Di mana mereka hopeless, mereka depresi, dan mungkin mereka stres. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
“Jadi, bukan hanya kebutuhan fisik, kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Viral Umrah Bupati Aceh Selatan ditengah Bencana: DPR Minta Kemendagri Usut Izin Keberangkatan
Kritik Muncar, TNI Tetap Gunakan Airdrop Untuk Bantuan Bencana: Ini Alasan Mendalamnya
Mualem Memberitakan Pernyataan Keras: Bupati Tak Mampu Atasi Bencana Diminta Turun Jabatan
18 Kabupaten Terendam: Penanganan Bencana Aceh Dipertanyakan
916 Tewas, 845 Ribu Mengungsi: Bencana Sumatera Catat Rekor Kelam
Bencana Beruntun, DPR Kritik Keras Tata Kelola yang Dinilai Tak Lagi Cukup