Gelondongan Kayu Mengalir, Jejak Perusak Hutan Terkuak di Batang Toru

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 7 Desember 2025 | 06:59 WIB
Menyoroti aktivitas pembukaan lahan tambang di daerah hulu Tapanuli Selatan usai bencana banjir bandang menimpa wilayahnya.  (Dok. Komdigi)
Menyoroti aktivitas pembukaan lahan tambang di daerah hulu Tapanuli Selatan usai bencana banjir bandang menimpa wilayahnya. (Dok. Komdigi)

Menurutnya, kondisi itu ikut memicu erosi dan aliran material kayu dalam jumlah besar. KLH berencana memperluas pengawasan ke wilayah Batang Toru, Garoga, dan daerah aliran sungai lainnya di Sumatera Utara.

Sementara itu, dampak bencana di Tapanuli Selatan masih dirasakan warga. Banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada berbagai infrastruktur dan membuat banyak orang mengungsi.

Material berupa kayu, lumpur, dan sampah yang terbawa arus merusak jembatan serta memutus akses antar desa.

Sejumlah warga telah dipindahkan ke posko pengungsian yang disiapkan pemerintah di area yang aman. Hingga 6 Desember 2025, jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Tapsel dengan Kabupaten Tapanuli Tengah masih belum bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini membuat pasokan logistik dan aktivitas ekonomi warga terhambat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X