Operasi SAR Diperluas, Kekhawatiran Baru Muncul di Titik-Titik Terpencil

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 5 Desember 2025 | 10:43 WIB
Menyoroti evakuasi korban banjir-longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).  (Dok. Instagram.com/@masinton)
Menyoroti evakuasi korban banjir-longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). (Dok. Instagram.com/@masinton)

PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI UTARA -- Tim SAR gabungan menemukan tiga korban longsor di KM 13 Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 3 Desember 2025. Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sujarwadi, menjelaskan bahwa ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Pada hari kesembilan banjir Sibolga dan Tapanuli sekitarnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 orang korban di daerah KM 13 Kalangan Indah," kata Arga dalam keterangan resminya, Kamis, 4 Desember 2025.

Korban bernama Yalima Zega (50), Ibzaro Zai (52), dan Iren Frida Jois (16).

"Korban ditemukan dalam keadaan tertimbun tanah longsor," ujarnya.

Ketiganya kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Baca Juga: BERDIRI dan MENATAP: Refleksi Seorang Suster Atas Bencana di Indonesia

Putu menyebutkan bahwa pencarian terus diperluas ke sejumlah titik lain di sekitar lokasi mengingat masih banyak wilayah yang terisolir akibat bencana tersebut. Di Tapanuli Tengah, warga yang terdampak terus berusaha bertahan hidup dalam kondisi terbatas.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, sebelumnya mengabarkan kondisi warganya yang terjebak di daerah terisolir hingga terpaksa bertahan hidup hanya dengan memakan durian.

“Bahkan masyarakat di desa terisolir bertahan hidup dgn makan durian,” tulis Masinton di Instagramnya @masinton, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia juga melaporkan hingga hari kedelapan pascabencana, sejumlah kawasan masih gelap karena pasokan listrik minim. Ia menyebut stok beras menipis, antrian BBM memanjang, dan pasokan gas elpiji semakin berkurang.

Baca Juga: Jejak Janggal Penyitaan Aset: Seruan Pemeriksaan Rionald Silaban Menguat

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa jaringan listrik di Tapanuli Tengah diperkirakan pulih pada Jumat, 5 Desember 2025.

Ia mengatakan material untuk memperbaiki gardu, menara SUTET, dan sarana lainnya telah tersedia.

"Material untuk memperbaiki tower-tower yang jatuh sudah ada," kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.

Ia menambahkan, “Saya sudah minta ke PLN, InsyaAllah seluruh jaringan listrik clear hari Jumat.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X