Dikritik Publik, Ini Penjelasan Zulhas Soal Kenapa Sumatera Lama Ditangani

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 2 Desember 2025 | 21:43 WIB
Zulkifli Hasan membeberkan arahan yang diberikan Presiden Prabowo untuk penanganan bencana Sumatera.  (Dok. Instagram/zul.hasan)
Zulkifli Hasan membeberkan arahan yang diberikan Presiden Prabowo untuk penanganan bencana Sumatera. (Dok. Instagram/zul.hasan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan sering disapa Zulhas, menanggapi kritik terkait lambannya penanganan banjir di wilayah Sumatera. Ia menjelaskan bahwa faktor geografis dan jarak antara pemerintah pusat dengan Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menjadi kendala utama yang mempengaruhi distribusi bantuan.

Menurut Zulhas, pengiriman bantuan tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga perlu memanfaatkan jalur laut dan udara yang membutuhkan waktu lebih lama dan memengaruhi volume bantuan.

Baca Juga: DPRD Sudah Mendesak Adakan Status Bencana Nasional, Tetapi Prabowo Bilang Sudah Cukup

Zulhas mengatakan kondisi wilayah Sumatera yang dipenuhi pegunungan dan jalur darat yang putus membuat penanganan di lapangan tidak secepat di Pulau Jawa.

“Memang Aceh, Sumatera Utara kan jalannya banyak yang putus, itu harus melalui udara. Kalau melalui laut, itu lama. Itu mungkin yang dikesankan lama,” ucapnya dalam podcast di YouTube Denny Sumargo pada 2 Desember 2025.

"Ada udara, tapi terbatas. Kalau Pulau Jawa kan satu darat,” tambahnya.

Ia menyebut bahwa situasi saat ini dipengaruhi siklon tropis yang tidak hanya melanda Indonesia, tetapi juga negara-negara di kawasan Indochina. Namun, menurutnya, kerusakan alam akibat ulah manusia turut memperparah dampak bencana.

“Nggak bisa kita salahin alam, karena ada perbuatan kita yang menyebabkan lebih parah,” katanya.

Zulhas menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung agar seluruh kementerian bergerak cepat dalam menangani bencana.

“Pak Presiden kalau seperti ini langsung, kita diperintah semua. Tidak boleh ada yang istirahat, tidak boleh ada yang terlambat, harus segera cepat,” ujarnya.

Baca Juga: 33 Ribu Warga Terdampak, SAR Akui Ini Salah Satu Operasi Terberat

Prabowo, yang meninjau langsung lokasi bencana di Sumatera Utara dan Aceh pada 1 Desember 2025, juga meminta seluruh bantuan diprioritaskan dan dipercepat.

“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang mungkin diperlukan,” kata Prabowo saat berada di Tapanuli Utara.

Ia menegaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

“Perubahan iklim kita harus hadapi dengan baik, pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan antisipasi kondisi di masa depan. Di daerah-daerah semuanya harus siap kondisinya,” ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X