Firnando juga menilai langkah pemerintah membentuk Satgas lintas lembaga pemberantas impor ilegal masih perlu diperkuat. Menurutnya, pengawasan di negara kepulauan seperti Indonesia harus jauh lebih ketat dan terkoordinasi langsung di bawah Presiden.
Ia menaruh optimisme terhadap arah ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya fokus memperkuat industri strategis dan kemandirian nasional.
Baca Juga: 108 Warga Kalbar Ajukan Perlindungan ke LPSK, Mayoritas Korban Kekerasan Seksual Anak
“Pak Prabowo sudah selesai dengan urusan pribadi. Sekarang waktunya berbakti untuk memperkuat ekonomi nasional,” ucapnya.
Menutup wawancara, Firnando menegaskan bahwa perjuangannya di DPR adalah memastikan BUMN kembali pada jati dirinya sebagai agen pembangunan bangsa, bukan sekadar perusahaan pencetak laba.
“Saya ingin dikenang sebagai legislator yang berjuang agar BUMN, industri, dan rakyat bisa berjalan seimbang. Di situlah Indonesia benar-benar berdaulat,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Presiden Minta Semua Perusahaan Tambang Harus Lakukan Rehabilitasi dan Reklamasi Pascatambang
Firnando Ganinduto Terima Kunjungan Tim Promedia, Tegaskan Media Harus Ikut Pantau Implementasi UU BUMN
Prabowo Paparkan Kebijakan Ekonomi, dari Devisa Hasil Ekspor hingga Danantara
SBY Soroti Keraguan Publik terhadap Danantara, Minta Rosan Roeslani dkk Buktikan Kecemasan Itu Tak Beralasan
Ray Dalio Tepis Isu Mundur dari Danantara, Pastikan Tetap di Dewan Penasihat
Danantara Gandeng Chandra Asri dan INA Bangun Pabrik Kimia Rp13 Triliun, Masuk PSN Dorong Ekonomi Tumbuh 8% per Tahun