Kasus terbaru pada 2023 juga menjadi sorotan ketika FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 karena penolakan terhadap kehadiran tim nasional Israel.
Menurut Sukamta, penolakan terhadap kehadiran atlet Israel kali ini mencerminkan kepekaan moral Indonesia di tengah tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Baca Juga: Magang Bergaji Nasional Akan Diperluas? Pemerintah Siapkan Penyerapan 100 Ribu Tenaga Muda
Data dari United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA) mencatat bahwa hingga 1 Oktober 2025, lebih dari 66 ribu warga Palestina meninggal dunia sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
“Dalam situasi yang seperti ini, di mana genosida tengah berlangsung, sangat tidak pantas Indonesia menggelar kompetisi internasional yang mengikutsertakan atlet dari Israel. Dunia akan menilai kita tidak punya empati jika membiarkan itu terjadi,” ujar Sukamta.
Ia pun menyebut bahwa keputusan pemerintah mencabut visa para atlet Israel adalah langkah diplomatik yang menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang bebas aktif, berdaulat, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Konflik Israel-Palestina, Mengapa Negara Arab Terpecah Mendukung Israel?
Kisah Jana, Mahasiswa Palestina yang Kuliah Kedokteran Gratis di Unhan Indonesia, Atas Prakarsa Prabowo Subianto
Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Begini Kata Presiden Indonesia tentang Dukungan Terhadap Palestina
Petarung Irlandia Kibarkan Bendera Palestina Usai Kalahkan Wakil Israel di Cage Warriors 189
Donald Trump Ungkap Israel Setujui Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Netanyahu Mendapat Tekanan
PDI-P, Muhammadiyah, dan Gubernur Jakarta Kompak Tolak Atlet Israel