“Berbeda dengan misi di Lebanon, konflik di Kongo lebih kompleks karena melibatkan pertikaian antarsuku. Banyak kelompok bersenjata terbentuk dari milisi akibat ketidakpercayaan satu sama lain. Kami berharap kehadiran kami dapat membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Latihan pra-keberangkatan yang dijalani pasukan, lanjutnya, telah membekali kemampuan menghadapi situasi kompleks di medan operasi.
“Latihan yang kami jalani di bawah pembinaan TNI sangat memadai. Kami dibekali pengetahuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kami berkomitmen berpegang pada SOP dan ROE, serta menjaga nama baik Indonesia,” katanya.
Menutup pernyataannya, Kolonel Fardin menegaskan bahwa pasukan Garuda membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo: “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”
“Kami hadir bukan hanya mewakili TNI, tetapi juga bangsa Indonesia. Amanat Presiden ini akan kami pegang teguh — untuk terus membawa nama baik dan semangat perdamaian Indonesia di dunia internasional,” tandasnya. ***
Artikel Terkait
Hak Veto: Hak Istimewa 5 Negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
Recep Tayyip Erdogan Serukan Reformasi PBB, AS Dikritik karena Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza
Amerika Serikat Veto Resolusi Gencatan Senjata PBB, RI Berikan Respons Tegas
Tentang UNHCR, Badan Pengungsi PBB dan Sejarahnya di Indonesia yang Kamu Harus Tahu
Budaya Sehat Jamu Diakui Badan PBB UNESCO, Indonesia Patut Bangga
Iran Ancam Balasan, Sebut Serangan AS ke Situs Nuklir Langgar Piagam PBB