Blunder Menu MBG Gunakan UPF, DPR Cecar BGN soal Kebijakan Tak Konsisten

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 05:54 WIB
DPR cecar kebijakan BGN soal menu MBG hasil pengolahan makanan UPF.  (Instagram @badangizinasional)
DPR cecar kebijakan BGN soal menu MBG hasil pengolahan makanan UPF. (Instagram @badangizinasional)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mempertanyakan ketidakkonsistenan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penggunaan ultra processed food (UPF) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Charles menyoroti perbedaan pernyataan dari pihak BGN mengenai status penggunaan makanan olahan dalam program tersebut.

Baca Juga: Goa Maria, Begini Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia

UPF mencakup makanan hasil pengolahan industri secara intensif seperti mi instan, sereal, nugget, sosis, dan sejenisnya.

Makanan jenis ini ramai menuai kritik dari para ahli gizi setelah beredar menu MBG di media sosial yang menyajikan burger, spaghetti, sosis, dan makanan olahan lainnya.

"Minggu lalu, saat kami mengundang para ahli gizi dan pemerhati MBG, banyak masukan soal bahaya UPF. Saya sempat semangat ketika mendengar Ibu Nanik menyampaikan di media bahwa BGN akan melarang penyajian UPF untuk anak-anak,” ujar Charles dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BGN di DPR RI pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Namun semangat itu langsung pupus setelah Charles membaca surat resmi dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan.

Baca Juga: Goa Maria Dalam Tradisi Katolik, Begini Sejarah Awal Mula-nya

"Surat itu menyatakan, ‘Penggunaan produk seperti biskuit, roti, sereal, sosis, nugget, dan sejenisnya harus mengutamakan produksi lokal.’ Artinya, bukan melarang UPF, tapi hanya mengatur asal produksinya,” kata Charles sambil membacakan isi surat tersebut.

Ia menekankan bahwa esensi kritik DPR adalah penghapusan total makanan UPF dari menu MBG, bukan sekadar mengganti sumber produksinya menjadi UMKM lokal.

“Pertanyaannya, BGN paham tidak sih apa itu ultra processed food? Masalahnya bukan di mana makanan itu dibuat, tapi pada kandungan gizinya. Ini bukan soal UMKM atau pabrik besar, tapi soal keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” tegas Charles.

Charles: UPF Tidak Sehat, BGN Harus Konsultasi dengan Ahli

Menurut Charles, makanan UPF mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi, yang jelas tidak sesuai untuk konsumsi rutin anak-anak.

Baca Juga: Profesi Host Live Streaming Masuk 10 Besar Pekerjaan Paling Dibutuhkan 2025

“BGN seharusnya berkonsultasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan, karena Menkes sendiri sudah menetapkan standar gizi dan makanan melalui Dirjen Kesmas,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X