PONTIANAKGLBE.COM, JAKARTA -- Layar monitor menampilkan wajah-wajah pemimpin dunia.
Dari Beijing, Moskow, Brasília, hingga Kairo, para kepala negara bergabung dalam BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9) malam.
Baca Juga: Bulog Gaspol! Ribuan Titik Diserbu Beras SPHP Murah, Ritel Modern Ikut Kecipratan
Di tengah forum internasional itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dengan nada tegas.
“Di dunia yang penuh ketidakpastian, standar ganda bahkan tiga standar semakin nyata. Hukum internasional sering diabaikan. Yang berkuasa merasa selalu benar, sementara negara kecil terintimidasi. Kini, perdagangan dan keuangan dijadikan senjata,” ucap Prabowo, menyoroti kerasnya realitas politik global.
Pesannya sederhana namun tajam. BRICS harus terus berkembang dan menjadi penyeimbang dalam tatanan ekonomi dunia.
“Kami mendukung setiap inisiatif yang dijalankan, menghormati kepemimpinan Presiden Lula, dan Indonesia siap bekerja lebih dekat dengan negara-negara BRICS,” lanjutnya.
Bagi Prabowo, BRICS tidak sekadar forum kerja sama, melainkan sebuah pilar baru dalam percaturan global.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya
“Kita harus menjaga keterbukaan, berkonsultasi, dan meningkatkan koordinasi. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tekanan global,” tegasnya.
Forum virtual itu mempertemukan tokoh-tokoh penting dunia, mulai dari Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Lula da Silva, hingga Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Di hadapan mereka, Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang siap menjadi bagian aktif dalam membangun kerja sama yang lebih adil dan setara.
Dalam kesempatan itu Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung kerasnya dinamika politik global yang kini semakin banyak dimainkan melalui jalur perdagangan dan keuangan.
Dalam BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9) malam, Prabowo menggambarkan kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.
“Standar ganda bahkan tiga standar terjadi setiap hari. Hukum internasional diabaikan. Yang berkuasa selalu merasa benar. Negara kecil yang tidak berdaya sering kali terintimidasi. Dan kini, perdagangan serta keuangan dijadikan senjata,” ujarnya.
Artikel Terkait
Seskab Teddy Ungkap Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS Jadi Tonggak Penting Hubungan Luar Negeri Indonesia
Prabowo Datang ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Janji Usut Tuntas Insiden Brimob
Jenguk Aparat di RS Polri, Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Instruksi Presiden Prabowo Tegas! Polisi yang Jadi Korban Anarki Naik Pangkat Luar Biasa
Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo di China Kurang dari 8 Jam, Langsung Pulang ke Indonesia
Seskab Teddy Beberkan Hasil Ratas, Prabowo Tekankan Transformasi Ekonomi Indonesia, Ini Bocoran Lengkap-nya