money-moves

Harga Plastik Naik Gila-gilaan, UMKM Malang Terancam Kolaps

Jumat, 3 April 2026 | 17:03 WIB
Menyoroti cerita viral dari pedagang UMKM keripik tempe di Malang yang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan imbas konflik di Timur Tengah. (Dok. Instagram.com/@lambegosiip)

PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG -- Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan pelaku UMKM di Kota Malang, Jawa Timur. Kondisi ini diduga dipicu oleh dampak konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berimbas pada pasokan minyak dunia.

Di kawasan Sanan, yang dikenal sebagai sentra keripik tempe di Malang, harga plastik dilaporkan melonjak cukup tajam. Bahkan, dalam beberapa kasus, kenaikan mencapai Rp6 ribu per pack.

Baca Juga: IFG Tancap Gas! Siap Hadapi Tekanan Global Industri Asuransi

Kondisi ini membuat para pelaku usaha kecil mulai khawatir, mengingat plastik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas serta daya tahan produk mereka.

"Harga plastik naik hingga Rp6 ribu per pack imbas perang AS-Iran, harga produk kemasan terancam naik, pedagang keripik tempe di Malang hanya bisa pasrah," tulis postingan itu

Sejumlah pedagang mengungkapkan, harga plastik kini naik sekitar 30 hingga 40 persen dalam waktu singkat. Lonjakan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi, terutama bagi UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

Sakinatun Najwa, pedagang plastik di Malang, menyebut kenaikan terjadi hampir di semua jenis plastik yang biasa digunakan pelaku usaha.

"Harga plastik biasa yang sebelumnya berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp44 ribu per kilogram," kata Najwa.

"(Sementara itu) plastik bermerek 'Mapan' yang sebelumnya dijual Rp35 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp53 ribu per kilogram," tambahnya.

Baca Juga: Amsal Sitepu Bebas! Hakim Tegaskan Tak Terbukti Korupsi

Ia menilai, lonjakan harga ini tidak lepas dari dampak konflik global yang memengaruhi harga minyak dunia. Plastik sebagai produk turunan minyak bumi ikut terdorong naik saat harga minyak meningkat dan pasokan terganggu.

Jika kondisi ini terus berlanjut, pelaku UMKM dikhawatirkan tidak punya banyak pilihan selain menaikkan harga jual produk, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.***

Tags

Terkini