Mengapa Hujan Selalu Turun Saat Imlek? Ini Makna dan Penjelasannya Baik Secara Mitos Legenda Maupun Ilmiah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 29 Januari 2025 | 15:34 WIB
HUJAN - Seorang mengendarai sepeda di tengah hujan yang mengguyur. Ada filosofi turunnya hujan saat perayaan Imlek, begini jawabannya. (freepik)
HUJAN - Seorang mengendarai sepeda di tengah hujan yang mengguyur. Ada filosofi turunnya hujan saat perayaan Imlek, begini jawabannya. (freepik)

Karena itu, hujan saat Imlek dipandang sebagai tanda baik dan berkat dari langit.

Baca Juga: Nokia X700 5G: HP 2 Jutaan dengan Layar AMOLED 120Hz, Kamera 50MP dan Tahan Air

Selain itu, dalam tradisi Tionghoa, hujan juga melambangkan penyucian—mencuci segala hal buruk dari masa lalu dan membawa kesegaran untuk memulai lembaran baru. Air dalam budaya Tionghoa dikaitkan dengan kehidupan, kesuburan, dan kelimpahan.

Oleh sebab itu, banyak orang percaya bahwa hujan yang turun saat Imlek adalah pertanda datangnya rezeki, keberuntungan, dan kesejahteraan.

Meski secara budaya dianggap sebagai pertanda baik, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa tidak ada hubungan ilmiah antara hujan dan perayaan Tahun Baru Imlek.

Baca Juga: Galaxy A vs Galaxy S, Ini 8 Alasan Kenapa Galaxy A Lebih Cocok untuk Anda

"Pada bulan-bulan tersebut, Indonesia berada dalam puncak musim hujan, yang biasanya ditandai dengan curah hujan cukup tinggi," jelasnya kepada media.

Ida menerangkan bahwa hujan di periode Januari-Februari disebabkan oleh angin Monsun Asia, yang membawa udara lembap dari Benua Asia dan Samudera Pasifik ke Indonesia.

"Karena itu, meskipun Imlek sendiri tidak berpengaruh pada cuaca, potensi hujan di Indonesia saat perayaan ini memang tinggi karena bertepatan dengan musim hujan," tambahnya.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, juga menjelaskan bahwa sistem penanggalan Imlek menggunakan kalender lunar-solar, yaitu kombinasi kalender Matahari dan Bulan.

Baca Juga: Perpisahan Shin Tae-yong, Sorotan Media Korea dan Kritikan untuk PSSI

Hal ini membuat perayaan Imlek selalu jatuh di bulan Januari-Februari, periode yang hampir selalu bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.

Menariknya, hujan saat Tahun Baru Imlek lebih sering terjadi di Indonesia dibanding negara lain.

Beberapa tokoh Tionghoa menyebut bahwa di negara asalnya, China, serta sebagian besar wilayah Eropa, perayaan Imlek berlangsung di musim dingin, di mana yang turun bukan hujan, melainkan salju.

Oleh karena itu, keyakinan bahwa hujan saat Imlek adalah tanda keberkahan bisa dikatakan sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X